Breaking News:

BATAM TERKINI

Tahun Ini Pemko Batam Bakal Bangun 4 SMP Baru, Target Tahun Ajaran Baru Bisa Digunakan

Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun ini membangun 4 unit sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

TRIBUNBATAM.id/ROMA ULY SIANTURI
Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengaku sekolah yang dibangun, diantaranya SMPN 60, SMPN 62, SMPN 63 dan SMP 59. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pemerintah Kota (Pemko) Batam tahun ini membangun 4 unit sekolah tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP).

Pembangunan ini menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Batam.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Batam, Hendri Arulan mengaku sekolah yang dibangun, diantaranya SMPN 60, SMPN 62, SMPN 63 dan SMP 59.

Keempat sekolah tersebut sudah memasuki proses tahapan lelang.

"Sekarang sudah masuk lelang. Proses perencanaan hampir selesai. Minggu kedua Februari selesai lelang," tuturnya.

Ia berharap Maret 2021 akhir, pembangunan kelima sekolah tersebut bisa mulai dibangun.

Sehingga saat tahun ajaran baru Juni 2021 bisa digunakan.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri.

Pada 2021 ini, Pemko Batam akan membangun beberapa unit sekolah baru.

"Untuk tahun ini sudah masuk dalam APBD kita. Tahun lalu, kita sudah anggarkan pembangunan sekolah baru, hanya saja kan dialihkan untuk penanganan Covid-19," tutur Ides. 

Selain itu, Komisi IV DPRD Kota Batam juga sudah mengajukan BOSDA (Bantuan Operasional Sekolah Menggunakan Dana Daerah). Walaupun saat ini ada juga Bantuan Operasional Sekolah berasal dari dana pusat, yakni Kementerian Pendidikan.

"Kita berharap sekolah-sekolah swasta dapat bantuan dari Bosda," ujar Ketua Komisi IV DPRD Kota Batam, Ides Madri, Rabu (10/2/2021) lalu.

Diakuinya selama ini masyarakat berlomba-lomba masukkan anaknya ke sekolah negeri. Lantaran biaya pendidikan di sekolah swasta cukup mahal.

"Kenapa memilih masuk negeri? Bukan karena kualitas, tapi karena free," katanya.

Ides menilai, apabila jumlah siswa dipaksa terlalu banyak dalam satu kelas, maka kualitas pendidikan yang diterima tidak maksimal. Dan sekolah swasta dikhawatirkan akan tutup apabila tak ada murid yang mendaftar.

"Dengan adanya Bosda ini, jadi sekolah kita bantu dengan subsidi," katanya.

Pemerintah daerah harus hadir disekolah swasta dalam bentuk Bosda, sehingga yang tak masuk ke sekolah negeri bisa tertampung kesekolah swasta dengan tidak biaya mahal, lantaran ada Bosda.

"Tapi sayangnya kemarin nyangkut karena Covid di Kementerian," katanya.

Namun, Komisi IV akan ajukan kembali Bosda ini pada 2022 mendatang. Sehingga anggarannya bisa langsung digunakan.

"Pada saat itu, Kementerian sangat apresiasi Bosda ini," katanya.

Ides mengakui, memang selama ini ada bantuan pemerintah kepada guru-guru swasta. Hanya saja bantuan tersebut terbatas dan pemberiannya cukup selektif.

"Bantuan itu baru 50 persen dan masih jauh kali. Syaratnya pun harus 2 tahun mengabdi. Sekolah-sekolah yang bertaraf internasional seperti Global kita tak berikan," katanya. (TRIBUNBATAM.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved