'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing
4 mantan intelijen militer Taiwan termasuk di dalamnya mayor jenderal didakwa melakukan mata-mata untuk China dan mendapatkan keuntungan personal
"Menyadari kebuntuan antara negara kami dan komunis China...
tetapi mereka menginginkan keuntungan ilegal, seperti tunjangan (ditawarkan oleh China) untuk melakukan bisnis di sana,
penghargaan finansial dan perjalanan gratis," kata jaksa dalam sebuah pernyataan.
Mereka menghadapi dakwaan di bawah hukum keamanan nasional dan hukum kerja intelijen nasional.
China dan Taiwan adalah dua negara yang telah saling memata-matai sejak 1949,
di mana pascaperang saudara di China seorang nasionalis melarikan diri ke pulau dan mendirikan pemerintahan sendiri bernama Taiwan.
Baca juga: China Gertak Presiden Amerika Serikat Joe Biden, Taiwan Merdeka Artinya Perang !
China mengklaim Taiwan adalah bagian dari wilayahnya,
yang akan disatukan kembali sekali pun dengan cara kekerasan.
Sementara Taiwan telah mendeklarasikan diri sebagai negara yang demokratis,
meski belum diakui secara internasional.
Beijing telah meningkatkan tekanan di Taipei sejak pemilihan Presiden Tsai Ing-wen 2016,
yang diperkirakan karena Presiden Ing-wen berani menganggap Taiwan sebagai negara berdaulat de facto.
Pada Oktober, pengadilan Taiwan menghukum seorang letnan kolonel 4 tahun penjara,
karena bekerja sebagai mata-mata Beijing.
Baca juga: Taiwan Ikut-ikutan, Tuduh Ada Niat Sengaja China, Covid-19 Tak Separah Kini Jika China Lakukan Ini
Media pemerintah China melaporkan tindakan keras terhadap ratusan kasus spionase yang terkait dengan Taiwan dan menangkap sekumpulan mata-mata Taiwan dan kaki tangannya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/hacker_20180102_205047.jpg)