Sabtu, 11 April 2026

'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing

4 mantan intelijen militer Taiwan termasuk di dalamnya mayor jenderal didakwa melakukan mata-mata untuk China dan mendapatkan keuntungan personal

Freepik.com
'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing. Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - 'Perang' Spionase China - Taiwan Sejak 1949, Eks Intelijen Militer Taipei Dalang Mata-mata Beijing.

Hubungan panas antara China dan Taiwan telah berlangsung lama.

Ketegangan itu juga memicu munculnya spionase di kedua kubu.

China dan Taiwan adalah dua negara yang telah saling memata-matai sejak 1949.

Itu dibuktikan dengan adanya 4 mantan intelijen militer Taiwan,

termasuk di dalamnya mayor jenderal didakwa melakukan mata-mata untuk China.

Baca juga: Taiwan Menuduh China Hambat Pembelian Vaksin Covid-19 BioNTech

Baca juga: 4 Jet Tempur Taiwan Balas Provokasi China, Disokong AS Sulit Ditaklukkan Militer Xi Jinping

Ximending, pusat perbelanjaan favorit wisatawan di Taipei,Taiwan
Ximending, pusat perbelanjaan favorit wisatawan di Taipei,Taiwan (Pixabay via AsiaOne)

Kantor kejaksaan distrik Taipei pada Sabtu (20/2/2021) mengatakan,

kuarter itu dituduh mengembangkan jaringan mata-mata dan mengumpulkan informasi rahasia untuk Beijing.

Melansir Today Line pada Sabtu (20/2/2021),

pengacara pemerintah Taiwan mengatakan 2 mantan kolonel Taiwan direkrut pejabat keamanan nasional China di provinsi selatan Guangdong.

Baca juga: KRI Usman Harun Tangkap Kapal Ikan Asing Berbendera Taiwan di Laut Natuna Utara

Baca juga: CHINA BERULAH, Kirim Banyak Pesawat Tempur ke Taiwan, Taipei Siagakan Rudal

Potongan kertas paspor Taiwan yang lama (kiri) dan desain terbaru dipajang di Taipei, Taiwan, Rabu (2/9/2020). (Foto: REUTERS / Ann Wang)
Potongan kertas paspor Taiwan yang lama (kiri) dan desain terbaru dipajang di Taipei, Taiwan, Rabu (2/9/2020). (Foto: REUTERS / Ann Wang) (Channel News Asia)

Kedua mantan kolonel kemudian memperkenalkan beberapa rekannya kepada pejabat China tersebut sejak 2012.

Di antara mereka yang diduga merupakan mantan jenderal besar Taiwan,

diidentifikasi memiliki nama keluarga Yueh.

Yueh menerima uang tunai, hadiah dan liburan gratis selama beberapa perjalanan ke pusat daratan China dan Makau.

Baca juga: China Panas Kapal Induk dan 3 Kapal Perang AS ke Laut China Selatan, Beijing Dituduh Zalim ke Taiwan

Baca juga: CHINA Jual Amerika Beli: Xi Jinping Kirim Jet Tempur ke Taiwan, Joe Biden Balas Kerahkan Kapal Induk

Ia juga bertugas merekrut anggota lain untuk mengembangkan jaringan intelijen Beijing, kata jaksa.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved