Sisi Lain Pasukan Khas (Paskhas) TNI AU yang Jarang Diketahui: Rahasia Hidup Baret Jingga

Paskhas TNI AU hadir dengan spesifikasi khusus, yakni sebagai satuan tempuar tata matra, laut, darat dan udara terlengkap

TRIBUN JOGJA/HASAN SAKRI
HUT PASKHAS. Personil Paskhas TNI mengikuti upacara peringatan ulang tahun ke-70 Korpaskhas TNI di shelter grob Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (17/10/2017). Dalam upacara peringatan HUT Korpaskhas yang dipimpin langsung oleh Kasau Marsekal TNI Hadi Tjahjanto ini merupakan pertama kalinya digelar di Yogyakarta sementara sebelum-sebelumnya selalu di gelar di Bandung. 

TRIBUNBATAM.id - Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (Paskhas) merupakan pasukan elit yang dimiliki TNI AU.

Pasukan elit disebut juga pasukan baret jingga karena karakter baretnya yang memang jingga, terlihat berbeda dengan lainnya.

Paskhas hadir dengan spesifikasi khusus, yakni sebagai satuan tempuar tata matra, laut, darat dan udara.

Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo pernah memuji kehebatan Paskhas TNI AU ini saat berkunjung ke markas Margahayu Bandung semasih menjabat.

Dikutip dari artikel 'Paskhas Sangat Diwaspadai di Dunia' di website resmi TNI Angkatan Udara, Gatot pernah mengutip panglima Nato mengatakan, Paskhas adalah pasukan elit yang tidak pernah dikeluarkan.

Karena jarang dikeluarkan atau diekspose, kemampuannya sangat diwaspadai dunia mengingat karakternya yang tidak banyak diketahui.

Apalagi markas Paskhas juga terbilang lengkap.

“Tidak ada Markas pasukan kecil seperti ini. Denjaka dan Kopasus tidak memiliki markas dengan landasan udara sendiri”. Ujar Panglima TNI di Mako Korpaskhas, Margahayu, Bandung, Jumat pada Desember 2017 lalu.

Prajurit Paskhas TNI AU
Prajurit Paskhas TNI AU (KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT)

Bahkan, Paskhas TNI AU memegang predikat pasukan khusus Angkatan Udara satu-satunya dan berkuliafikasi terlengkap di dunia.

Dikutip dari buku "All In One Tes Masuk TNI Polri 2015" karangan Tim Edukasi Indonesia, Paskhas TNI AU memilliki berbagai kemampuan tempur khas matra udara.

Seperti dilansir dari Tribun Batam dalam artikel 'Kehebatan Paskhas TNI AU, Jarang Terdengar Tapi saat Beraksi Bikin Pasukan Elite Negara Lain Melongo'

Di antaranya Pengendali Tempur (Dalpur), Pengendari Pangkalan (Dallan), SAR Tempur, jumping Master, Pertahanan Pangkalan yang memiluputi pertahanan horizontal (Hanhor) dan pertahanan vertikal (Hanver), Penangkis Serangan Udara, jungle warvare, air assault (mabod), raid operation hingga kemampuan anti teros aspek udara yang dikenal sebagai ATBARA (anti Pembajakan Udara).

Meski lekat dengan udara, Paskhas TNI AU juga mahir untuk bertempur di hutan, perkotaan, laut maupun pantai.

Ketangguhan prajurit Paskhas TNI AU ini ditakuti dunia bahkan oleh tentara negara maju sekelas Australia. 

Diketahui pasukan berkekuatan luar biasa ini satuan paling minim informasinya, makanya sering membuat musuh susah untuk menebaknya.

Pasukan ini dikenal pula sebagai Korps Baret Jingga, mengingat baret yang digunakan berwarna jingga.

Paskhas memang Pasukan Khas. Kekhasannya atau ciri khasnya adalah terdapat pada kemampuan para personel pasukan itu untuk mengoperasikan bandara atau pangkalan udara.

Sebagai pasukan elit andalan TNI AU tugas utama Paskhas adalah menjaga pangkalan udara dan semua asetnya.

Dalam peperangan tugas utama mereka juga menguasai pangkalan udara lawan dan kemudian mengoperasikannya.

Itulah kekhasan pasukan Paskhas, yakni kemampuan mengoperasikan pangkalan udara untuk penerbangan pesawat.

Satu-satunya pasukan elit TNI yang bisa mengoperasikan bandara atau pangkalan udara memang hanya Paskhas.

Mereka telah mendapat pelatihan mengoperasikan pangkalan udara secara memadai.

KKB Papua 2,5 Jam Kontak Senjata dengan Paskhas

Ilustrasi KKB Papua
Ilustrasi KKB Papua (SURYA.co.id)

Beberapa waktu lalu sebanyak lima hingga 10 anggota separatis kelompok kriminal bersenjata (KKB) melarikan diri ke atas bukit, sedangkan satu anggotanya tewas.

Seorang anggota KKB tewas setelah 2,5 jam kontak senjata dengan Paskhas TNI AU di Bandara Amenggaru, Distrik Ilaga, Kabupaten Puncak, Papua, Jumat (19/2/2021).

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Detik-detik Personel Paskhas TNI AU Ditembaki di Bandara Amenggaru Papua, Kontak Senjata 2,5 Jam, 1 KKB Tewas'

Identitas anggota KKB tersebut masih didalami aparat dna jenazahnya sudah dibawa ke rumah sakit.

Kontak senjata itu berawal dari anggota KKB menembaki personel Paskhas TNI AU.

Buntut penyerangan itu, aparat gabungan TNI-Polri akhirnya terlibat kontak senjata selama 2,5 jam dengan KKB.

Kabid Humas Polda Papua, Kombes AM Kamal, menuturkan, kejadian tersebut terjadi pada pukul 09.20 WIT.

KKB menembaki personel Paskhas yang sedang melakukan pengamanan di bandara tersebut.

"Sekitar pukul 09.20 WIT di Ilaga, tepatnya di runway Bandara Ilaga terjadi penembakan terhadap rekan-rekan Paskhas sedang melakukan pengamanan bandara," kata Kamal, Jumat.

Setelah ada laporan kejadian tersebut, personel Polres Puncak segera menuju lokasi kejadian dan bergabung dengan personel keamanan lainnya untuk melakukan pengejaran.

Petugas melumpuhkan seorang KKB hingga tewas.

"Kontak tembak cukup lama karena dari ujung runway mereka (KKB) lari ke atas bukit.

Kelompok ini jumlahnya antara lima sampai sepuluh orang," kata Kamal.

Ia memastikan, tidak ada anggota aparat keamanan TNI-Polri yang menjadi korban dalam kejadian tersebut.

Saat ini, kontak senjata sudah berhenti dan aparat keamanan masih melakukan pengejaran.

"Saat ini, personel gabungan masih melakukan pengejaran tapi sudah tidak ada kontak senjata. Kejadian berlangsung sampai 2,5 jam," kata Kamal.

Kondisi Terkini

Kabid Humas Polda Papua Kombes AM Kamal memastikan saat ini situasi di Ilaga telah kondusif dan msyarakat tetap melakukan aktivitas seperti biasa.

Hanya saja, akibat gangguan keamanan di landasan pacu Bandara Aminggaru, saat ini maskapai penerbangan untuk sementara menutup penerbangan untuk ke Ilaga.

"Karena lokasinya ada di kawasan bandara, dan dari komunikasi yang dibangun oleh para pengusaha transportasi, untuk hari ini untuk sementara tidak ada penerbangan," ujar Kamal di Jayapura, Sabtu (20/2/2021).

Aparat gabungan, sambung dia, akan tetap menerapkan standsr pengamanan di kawasan bandara agar maskapai penerbangan mau membuka penerbangan ke Ilaga kembali.

Hal ini sangat penting karena jalur udara adalah satu-satunya akses pintu masuk ke Kabupaten Puncak.

"Satu-satunya akses ke Ilaga adalah dengan penerbangan, BBM kemudian logistik untuk keperluan masyarakat sehari-hari hanya bisa diantar dengan penerbangan," kata Kamal.

Sedangkan untuk jenazah Tera Wamang sudah diserahkan ke pihak keluarga.

"Jenazah setelah selesaikan dilakukan pendataan di Puskesmas Ilaga sudah diserahkan ke pihak keluarga korban dan tidak lama kemudian jenazah dibakar tidak jajh dari Puskesmas," kata dia.(*)

BACA BERITA LAIN TRIBUN BATAM DI GOOGLE NEWS

TONTON YOUTUBE__TRIBUN BATAM.ID :

 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Kehebatan Paskhas TNI AU yang Dihujani Peluru KKB Papua, Pantas Separatis Kabur dan 1 Anggota Tewas, https://surabaya.tribunnews.com/2021/02/21/kehebatan-paskhas-tni-au-yang-dihujani-peluru-kkb-papua-pantas-separatis-kabur-dan-1-anggota-tewas?page=all

Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved