Selasa, 14 April 2026

TRIBUN WIKI

Tanda-tanda Penyakit Usus Buntu yang Jarang Disadari, Perut Kanan Bawah Terasa Nyeri

Inilah tanda-tanda penyakit usus buntu yang jarang disadari, perut kanan bawah terasa nyeri.

SHUTTERSTOCK/PopTika
PENYAKIT - Inilah tanda-tanda penyakit usus buntu yang jarang disadari, perut kanan bawah terasa nyeri. FOTO: ILUSTRASI 

Diagnosis dan perawatan tepat waktu penting dilakukan untuk mencegah penyakit ini semakin parah.

Jangan makan, minum, atau menggunakan obat penghilang rasa sakit, antasid, pencahar, atau bantal pemanas.

Baca juga: Lambung hingga Usus Buntu, Ternyata Manusia Tetap Bisa Hidup Normal Tanpa 6 Organ Ini

Baca juga: Selain Makanan Pedas, Inilah 5 Jenis Makanan Pantangan saat Alami Masalah Pencernaan

Baca juga: Turunkan Tekanan Darah hingga Lancarkan Pencernaan, Inilah 8 Manfaat Seledri untuk Kesehatan

Cara mengobati usus buntu

Melansir WebMD, radang usus buntu hampir selalu diperlakukan sebagai keadaan darurat.

Operasi pembedahan untuk mengangkat usus buntu adalah pengobatan standar untuk hampir semua kasus usus buntu.

Umumnya, jika dokter mencurigai seseorang menderita radang usus buntu, mereka akan segera menghilangkannya untuk menghindari pecah.

Jika pasien memiliki abses, mereka mungkin mendapatkan dua prosedur, yakni untuk mengeringkan abses nanah dan cairan, dan yang berikutnya untuk mengeluarkan apendiks.

Tetapi beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengobati radang usus buntu akut dengan antibiotik dapat membantu menghindari operasi.

Baca juga: Usus Buntu, Berukuran Sekitar 2-4 Inci, Merupakan Bagian Menonjol di Ujung Usus Besar

Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Vertigo, Pusing yang Sering Disepelekan padahal Mematikan

Baca juga: Gejala dan Ciri-ciri Liposarkoma, Kanker Langka yang Bisa Berujung Amputasi

Proses operasi usus buntu

Sebelum usus buntu dikeluarkan, pasien biasanya akan diminta minum antibiotik untuk melawan infeksi.

Pasien biasanya akan mendapatkan anestesi umum, yang berarti akan tertidur untuk prosedur operasi.

Dokter mengeluarkan usus buntu melalui potongan sepanjang 4 inci atau dengan alat yang disebut laparoskop (alat mirip teleskop tipis yang memungkinkan dokter melihat kondisi di dalam perut pasien).

Prosedur ini disebut laparoskopi.

Jika pasien menderita peritonitis, ahli bedah juga akan membersihkan perut dan mengeringkan nanah.

Pasien biasanya baru dapat bangun dan bergerak dalam waktu 12 jam setelah operasi.

Sementara, pasien pascaoperasi usus buntu dapat kembali ke rutinitas normal kurang lebih membutuhkan waktu 2-3 minggu.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved