Breaking News:

HUMAN INTEREST

Pedagang Otak-otak di Bintan Sabar Hadapi Pandemi, Omzet Andalkan Kunjungan Wisatawan

Pedagang otak-otak di Bintan biasa melayani pembeli dari kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Pandemi Covid-19 merubah hal itu.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pedagang Otak-otak di Bintan Sabar Hadapi Pandemi, Omzet Andalkan Kunjungan Wisatawan. Foto pedagang otak-otak di Bintan, Robiyah di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 

"Harus bersabar, jika berusaha pasti ada aja itu jalannya," ucapnya kepada TribunBatam.id.

Robiyah menuturkan, sebelum pandemi Covid-19, biasanya bisa menjual sampai 500 pcs otak-otak per harinya.

Ilustrasi otak-otak
Ilustrasi otak-otak (kompas.com)

"Tapi kini ditengah pandemi Covid-19 hanya bisa terjual 50 sampai 100 pcs otak-otak.

Itu pun sudah susah," ujarnya.

Ia pun mengakui, bahwa penjualannya setiap harinya juga terkadang tidak menentu bisa menjual sampai 50-100 pcs per harinya saat ini.

"Jadi gak menentu,melihat pengunjung. Kalau pengunjung arah Trikora ramai bisa lebih dari 100 sampai 200.

Kalau sepi kadang cuma 50 saja terjual di masa pandemi Covid-19 saat ini," sebutnya.

Robiyah bercerita bahwa usaha otak-otak Waklambung yang di kerjakannya ini sudah terhitung 12 tahun di gelutinya.

Bahkan, sebelumnya dirinya pernah berjualan di daerah Kawal. Namun, karena jauh dari tempat tinggalnya yang berada di Desa Teluk Bakau.

OTAK-OTAK - Otak-otak khas Batam ternyata punya 5 khasiat menakjubkan, begini resep mudah membuatnya. FOTO: OTAK-OTAK
OTAK-OTAK - Otak-otak khas Batam ternyata punya 5 khasiat menakjubkan, begini resep mudah membuatnya. FOTO: OTAK-OTAK (IST)

Dirinya bersama sang suami memilih untuk berjualan di dekat tempat tinggalnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved