Breaking News:

HUMAN INTEREST

Pedagang Otak-otak di Bintan Sabar Hadapi Pandemi, Omzet Andalkan Kunjungan Wisatawan

Pedagang otak-otak di Bintan biasa melayani pembeli dari kunjungan wisatawan asal Singapura dan Malaysia. Pandemi Covid-19 merubah hal itu.

Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Septyan Mulia Rohman
TribunBatam.id/Alfandi Simamora
Pedagang Otak-otak di Bintan Sabar Hadapi Pandemi, Omzet Andalkan Kunjungan Wisatawan. Foto pedagang otak-otak di Bintan, Robiyah di Desa Teluk Bakau, Kecamatan Gunung Kijang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri. 

"Nah dapatlah lokasinya di sini. Sama diberi izin untuk jualan sama pemilik lahan.

Di sinilah kami berjualan hingga saat ini," ucapnya.

Otak-otak yang dijual Robiyah ada dua macam, yakni otak-otak berbahan sotong dan ikan.

Namun yang membuat dagangannya hingga kini dikenal yaitu otak-otak sotong Waklambung.

Sedangkan otak-otak ikan hanya sebagai tambahan saja.

Usaha otak-otak sotong yang di jual olehnya merupakan usaha yang memang satu-satunya memiliki perbedaan dari pedagang otak-otak lainya.

Sebab otak-otak yang dijual olehnya berbahan dari sotong dan bukan dari ikan yang biasa digunakan pedagang otak-otak lainya.

Tapi berjalannya waktu usaha otak-otak sotong yang digelutinya selama ini mulai di ikuti pedagang otak-otak lainnya.

"Jadi ciri khas otak-otak yang kami jual adalah otak-otak sotong Waklambung yang terkenal.

Walaupun memang sudah banyak yang ikut buat otak-otak sotong kayak ibu," tuturnya.

Halaman
1234
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved