Breaking News:

HUMAN INTEREST

SETIA Jadi Guru Ngaji Kendati Punya Keterbatasan Fisik, Atlet Tembak Ini Tak Pernah Sesali Nasibnya

Sangat menginspirasi, Hamzah, atlet menembak dari Toapaya Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau yang miliki cacat fisik ini menjadi guru ngaji.

TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora
LATIH TEMBAK - Hamzah mengikuti latihan menembak di Lapangan Tembak Marinir Kota Tanjungpinang. 

Hamzah mengaku baru menjadi atlet menembak dan pertama kali ingin mengikuti pertandingan menembak.

Sebelumnya dia merupakan atlet tenis meja; dia telah dua kali mengikuti kejuaraan, yakni mengikuti turnamen tenis meja di Pekanbaru tahun 2011 dan

terakhir tahun 2016 di Jawa Barat.

"Pada turnamen itu saya tidak mendapatkan juara. Namun hobi saya untuk berolahraga dan mengejar prestasi terbayarkan.

Saya bisa mengikuti pertandingan dalam kondisi fisik saya seperti ini," sebut Hamzah.

Baca juga: Kisah Raden, Ingin Ubah Nasib Keluarga Justru Kecelakaan dan Berakhir Jadi Musisi Jalanan di Batam

LATIH TEMBAK - Hamzah mengikuti latihan menembak di Lapangan Tembak Marinir Kota Tanjungpinang.
LATIH TEMBAK - Hamzah mengikuti latihan menembak di Lapangan Tembak Marinir Kota Tanjungpinang. (TRIBUNBATAM.id/Alfandi Simamora)

Sebelum mengalami cacat fisik, Hamzah memang sangat gemar berolahraga. Olahraga yang menjadi hobinya adalah bermain sepak bola dan tenis meja.

Namun, di tengah keterbatasan fisik seperti ini, dia hanya bisa mengandalkan kemampuan dalam bermain tenis meja.

Faktor usia dan kondisi fisik tidak bisa lagi mendukungnya untuk bermain tenis meja seperti dulu. Hamzah pun beralih menjadi atlet menembak.

"Nah, kebetulan ada iven menembak, saya langsung ambil peluang ini.

“Saya tergabung di dalam National Paralympic Committee Of Indonesia (NPCI) Kota Tanjungpinang," ucap Ketua NPCI Kabupaten Bintan itu.

Halaman
123
Penulis: Alfandi Simamora
Editor: Thom Limahekin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved