Selasa, 21 April 2026

Kepala Sekolah Malam-malam ke Rumah Selingkuhan, Tewas Dihakimi Warga

Seorang kepala sekolah tewas di rumah selingkuhkan, dihakimi 6 orang warga. Sebelum tewas, ternyata korban sempat bersembunyi di atap.

TribunJabar.id/Muhamad Nandri Prilatama
Polisi mengamankan enam tersangka kasus pengeroyokan yang berakibat tewasnya seorang kepala sekolah di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Purwakarta. 

TRIBUNBATAM.id - Seorang kepala sekolah tewas di rumah selingkuhkan, dihakimi 6 orang warga.

Kasus penganiayaan terhadap kepala sekolah memasuki babak baru.

Polisi menangkan 6 warga yang menganiaya kepala sekolah di Desa Sindangsari, Kecamatan Bojong, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat.

Penganiayaan terjadi saat korban kepergok berkunjung ke rumah selingkuhannya.

Sebelum tewas, ternyata korban sempat bersembunyi di atap.

Satreskrim Polres Purwakarta berhasil mengamankan enam dari delapan pelaku pengeroyokan itu.

Kapolres Purwakarta, AKBP Ali Wardana, melalui Kasatreskrim Polres Purwakarta, AKP Fitran Romajimah, menjelaskan awal peristiwa pengeroyokan ini terjadi pada Sabtu (13/2/2021) atas laporan warga bahwa ada seseorang yang tak dikenal diduga dianiaya oleh sekelompok warga.

Baca juga: Sakit Hati Berujung Bui, Pemuda di Tanjungpinang Nekat Sebar Foto & Video Syur Selingkuhan

Polisi kemudian melakukan penyelidikan.

"Setelah kami selidiki, benar ada seorang pria yang dianiaya dan kemudian dilarikan ke rumah sakit dan meninggal dunia di rumah sakit," kata AKP Fitran, Kamis (25/2/2021).

Kronologis pengeroyokan ini, AKP Fitran, menyebut berawal ketika korban AJ (52) berkomunikasi dengan saksi LN yang diduga merupakan selingkuhan korban untuk berkunjung ke kediaman LN.

"Korban AJ datang ke rumah LN pukul 22.30 WIB dan mereka bertemu. Kemudian pukul 01.00 WIB, saksi LN pergi meninggalkan korban untuk ke rumah orang tuanya yang tak jauh dari rumah LN," ujarnya.

Namun, ternyata sebagian warga sudah mengetahui keberadaan korban dan memberitahu ke teman-temannya sehingga mereka mendatangi kediaman LN.

Mereka mencoba masuk tetapi tak bisa sehingga para pelaku menggedor-gedor ke rumah orang tua LN untuk memaksa membuka pintu rumah.

"Korban sedang sembunyi di atap dan salah satu pelaku ada yang memergoki sehingga menariknya keluar dan dipukuli beramai-ramai," katanya.

Motif pelaku melakukan pengeroyokan lantaran kesal karena saksi LN kerap membawa laki-laki tak dikenal ke rumahnya.

Kasatreskim Polres Purwakarta pun membenarkan bahwa korban merupakan ASN Pemda Purwakarta sebagai kepala sekolah.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved