KEPRI TERKINI

ASITA Siapkan 11 Event Wisata di Kepri, Berharap Pemerintah Terapkan Paspor Vaksinasi

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Forum Group Discussion terbuka untuk seluruh stakeholders Pariwisata Kepri, Kamis (25/2/2021) di Harris hote

Penulis: ronnye lodo laleng |
ISTIMEWA
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Forum Group Discussion terbuka untuk seluruh stakeholders Pariwisata Kepri, Kamis (25/2/2021) di Harris hotel, Batam, Kepri. 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Dinas Kebudayaan dan Pariwisata menggelar Forum Group Discussion terbuka untuk seluruh stakeholders Pariwisata Kepri, Kamis (25/2/2021) di Harris hotel, Batam, Kepri.

Forum diskusi yang dilakukan melalui Zoom Meeting itu diikuti Akademisi, pebinis, pemerintahan, komunitas dan Media.

Forum bertema 'Pariwisata Kepri Bangkit -Gaspol' merupakan sebuah forum untuk mengakselerasi kebangkitan Pariwisata Kepri dilaksanakan selama satu jam dan menghasilkan beberapa ide kreatif dari beberapa nara sumber.

Andika Lim (Association Of Indonesia Travel Agent-Kepri), Ketua DPP ASITA, yang merupakan salah satu nara sumber dalam Zoom ini mengatakan sebelum Covid-19 yakni di tahun 2019 Kepri mampu mendatangkan turis rata-rata 238.732 turis per bulan atau dengan total 2.864.795 orang turis yang masuk ke Kepri di tahun 2019.

"Setelah covid-19 pariwisata maupun turis yang masuk ke Kepri boleh dikatakan menjadi Zero karena yang datang itu hanya beberapa orang saja dan itupun bukan turis," kata Andika.

Sampai saat ini teman-teman stake holders, anggota ASITA maupun teman-teman pelaku pariwisata lainnya terutama tour and travel terpaksa mengalikan usahanya ke bidang lain.

Berkaitan dengan hal ini Andika berharap untuk memulihkan kondisi ini ASITA butuh bantuan campur tangan dari pemerintah agar anggota dari biro perjalanan wisata bisa bertahan sampai adanya kedatangan turis dari manca negara.

Baca juga: HARI Peduli Sampah Nasional, Pegawai DLH Batam Bawa Sampah dari Rumah Untuk Ditukar Duit

"Di tahun 2021 ini kami mempunyai 11 event untuk itu kami mohon dukungan dari Kemenpar," ujarnya

Ia juga berharap agar surat tanda sudah divaksinasi bisa dicanangkan di Indonesia, karena menurut berita yang berkembang pihak Singapura dan Malaysia sedang menjajaki hal ini yang bertujuan untuk mengikat warga negara lain yang masuk ke dua negara tersebut.

Menurutnya di dua negara tersebut sedang mempersiapkan salah satu kebijakan baru yakni jika memiliki paspor vaksinasi atau surat keterangan sudah divaksinasi maka akan diberikan izin untuk masuk ke negara tersebut.

"Saya rasa hal ini juga baik ditetapkan di Indonesia. Saya pribadi sangat mendukung dan berharap agar Indonesia juga segera menerapkan hal yang sama terutama bagi warga yang hendak ke Kepri," tuturnya.

Sementara itu, M Nur Nasution (Batam Tourism Polytechnic) BTP mengakui sangat bahagia bertemu dengan bapak-bapak dan ibu-ibu Petinggi Kepri meski lewat Zoom Meeting.

Ia mengatakan jika diskusi seperti ini sering dilakukan sehingga bisa membuat rasa semangat dalam membangun dunia pariwisata kembali seperti dulu.

"Batam Tourism Polytechnic adalah lembaga pendidikan pariwisata lewat program studi ini kami bekerjasama dengan beberapa stake holders yang ada di Batam, Bintan dan juga seluruh dunia," katanya.

Lanjutnya pemerintah Kepri tidak usah kwatir untuk Sumber Daya Manusia (SDM) BTP memiliki banyak stok yang banyak dan berkompeten serta profesional.

Halaman
123
Sumber: Tribun Batam
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved