Breaking News:

Rekam Jejak Kombes Adi Wibowo Atasan Oknum Polisi Brutal Penembak Mati Prajurit Kostrad TNI AD

Kapolres Jakarta Barat Kombes Pol Adi Wibowo adalah atasan oknum polisi penembak prajurit Kostrad TNI AD

TRIBUNNEWS
Profil Kapolres Jakarta Barat Kombes Ady Wibowo 

Neta menilai aksi brutal oknum polisi di RM Kafe memprihatinkan. Neta pun mengingatkan institusi Polri soal kasus tembak mati enam laskar FPI di Km 50 tol Cikampek yang hingga kini belum rampung.

Berdasarkan informasi yang beredar di media sosial, kronologi kejadian sebagai berikut:

- Pelaku datang sekira jam 02.00 WIB bersama temannya yang bernama PEGI dan langsung memesan minuman.

- Saat kafe hendak tutup dan pelanggan lain sudah membubarkan diri lalu pelaku ditagih bill pembayaran minuman sebesar Rp 3.335.000.

- Korban tidak mau membayar.

- Korban Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat selaku keamanan menegur pelaku dan terjadi cekcok mulut.

- Tiba-tiba pelaku mengeluarkan senjata api dan di tembakkan kepada ketiga korban secara bergantian.

- Kemudian pelaku keluar kafe sambil menenteng senjata api di tangan kanannya dan di jemput temannya dengan menggunakan Mobil.

- Pelaku sudah di amankan di Polres Jakarta Barat.(*)

Sosok Kompol Slamet

Sosok Kompol Slamet Kapolsek Kalideres kalah cepat dari Irjen Fadil Imran lakukan hal ini di rumah duka korban penembakan Bripka Cornelius Siahaan. 

Ucapan duka Irjen Fadil Imran lebih dulu tiba dari karangan bunga Kompol Slamet. 

Polsek Kalideres Jakarta Barat mendadak nramai dibahas. 

Gara-gara oknum Reskrim Polsek Kalideres menembak mati 3 orang di barat, Kamis dini hari tadi. 

Saking besarnya atensi publik, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo turun tangan di kasus polisi tembak TNI di RM Cafe, lihat 5 perintahnya.

Ujian berat bagi Jenderal Listyo Sigit Prabowo di awal masa jabatannya.

Seorang polisi mabuk dan menembak anggota TNI beserta 3 warga sipil.

Anggota TNI dan 2 warga sipil tewas.

Terkait dengan kasus ini, Kapolri menerbitkan surat telegram yang berisi instruksi pencegahan penyalahgunaan senjata api oleh anggota polisi.

Instruksi tersebut terkait dengan kasus penembakan oleh Brigadir Cornelius Siahaan di RM Cafe, Cengkareng, Jakarta Barat, yang menyebabkan tiga orang tewas dan satu luka.

Tiga korban tewas yakni anggota TNI bernama Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat, Feri Saut Simanjuntak selaku pelayan kafe, Manik selaku kasir kafe.

Lewat surat telegram, Kapolri meminta peristiwa itu tidak terulang lagi.

Surat telegram nomor ST/396/II/HUK.7.1./2021 itu ditandatangani Wakil Kapolri Komisaris Jenderal Gatot Eddy Pramono atas nama Kapolri, tertanggal 25 Februari 2021.

Surat ditujukan kepada seluruh Kapolda.

Ada lima instruksi Kapolri dalam surat telegram itu.

Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Kapolda menindak tegas anggota Polri yang terlibat dalam kejadian tersebut dengan sanksi pemberhentikan tidak hormat dan proses pidana.

Selanjutnya, Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta Kapolda memperketat proses pinjam pakai senjata api dinas yang hanya diperuntukkan bagi anggota Polri yang memenuhi syarat dan tidak bermasalah.

Kapolda pun diminta memperkuat pengawasan dan pengendalian dalam penggunaannya.

Kemudian, Jenderal Listyo Sigit Prabowo meminta peningkatan sinergitas antara Polri dan TNI melalui kegiatan operasional terpadu, keagamaan, olahraga bersama, kolaborasi giat sosial atau kemasyarakatan.

Instruksi keempat, Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan para Kasatwil dan pengemban fungsi Propam untuk melaksanakan koordinasi dengan satuan TNI setempat dan Pom TNI.

Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi dan menyelesaikan perselisihan atau permasalahan antara anggota Polri dan TNI secara cepat, tepat, tuntas, dan berkeadilan.

Terakhir, Jenderal Listyo Sigit Prabowo menginstruksikan Kapolda agar melaporkan setiap upaya penanganan, pencegahan terhadap perselisihan dan keributan antara anggota Polri dan TNI.

Kapolda kirim karangan bunga

Dua buah karangan bunga berdiri di samping rumah mertua Feri Saut Simanjuntak.

Rumah tersebut berlokasi di Pesing Garden, Kedoya Utara, Jakarta Barat.

"Itu datang duluan yang dari Kapolda (Metro Jaya Irjen Fadil Imran), pagi gitu," kata Umi, tetangga dari mertua Feri Saut Simanjuntak ketika ditemui, Kamis.

Sementara itu, karangan buka lainnya dikirimkan oleh Kapolsek Kalideres Kompol Slamet.

"Kalau yang dari Kapolsek itu datangnya belakangan, jam 15.00-an lah," tambah Umi.

Karangan bunga dari Kapolda Metro Jaya dan Kapolsek Kalideres kepada keluarga Feri Saut Simanjuntak korban penembakan oleh salah seorang oknum polisi pada Kamis (25/2/2021).
Karangan bunga dari Kapolda Metro Jaya dan Kapolsek Kalideres kepada keluarga Feri Saut Simanjuntak korban penembakan oleh salah seorang oknum polisi pada Kamis (25/2/2021). (KOMPAS.COM/SONYA TERESA DEBORA)

Umi mendengar kabar meninggalnya Feri Saut Simanjuntak pada Kamis pagi.

"Tadi, mertuanya pas baru tahu juga kayak mau pingsan, enggak nyangka banget," ungkapnya mengatakan.

Pantauan Kompas.com, rumah mertua yang dijadikan rumah duka korban itu kosong pada Kamis malam.

Di depannya, terdapat sebuah tenda yang terpasang.

Menurut Lilis, tetangga dari mertua Feri Saut Simanjuntak, istri dan mertua Feri Saut Simanjuntak tengah berada di RS Polri Kramatjati.

"Tapi jenazahnya mau dibawa ke sini. Sekarang mereka lagi tes swab (Covid-19) dulu," kata Lilis ketika ditemui.

Untuk diketahui, Feri Saut Simanjuntak adalah satu dari tiga orang yang tewas karena penembakan di RM Cafe pada Kamis dini hari.

Diketahui, Feri Saut Simanjuntak adalah pegawai di RM Cafe.

Selain Feri Saut Simanjuntak, dua korban tewas lainnya adalah seorang anggota TNI bernama Pratu Martinus Riski Kardo Sinurat dan pegawai kafe bernama Manik.

Satu korban lainnya, H, mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit.

Tersangka pelaku penembakan diketahui merupakan oknum anggota Polri, Brigadir Cornelius Siahaan.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan, tersangka Brigadir Cornelius Siahaan mendatangi kafe tersebut pada sekitar pukul 02.00 WIB, Kamis.

Brigadir Cornelius Siahaan minum minuman keras (miras) hingga kafe tutup pukul 04.00 WIB.

"Pada saat akan bayar terjadi cekcok, tersangka dan pegawai kafe," ujar Yusri.

Brigadir Cornelius Siahaan rupanya kesal.

Dia, yang saat itu mabuk, mengeluarkan senjata api dan menembak empat orang di tempat itu.

"Tiga meninggal dunia di lokasi dan satu dirawat di rumah sakit. Sementara jenazah masih di Rumah Sakit Kramatjati. Selesai ditangani, baru diambil keluarga korban," kata Yusri.

Terkait dengan anggota TNI yang korban, Kapolda Metro Jaya Irjen Mohammad Fadil Imran mengatakan, dirinya telah berkoordinasi dengan Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman serta Pangkostrad terkait kasus tersebut.

"Kami sudah melaksanakan koordinasi dan komunikasi dengan Pangdam Jaya selaku penanggung jawab keamanan garnisun Ibu Kota. Kedua, juga berkoordinasi dengan Pangkostrad sebagai atasan korban," kata Irjen Mohammad Fadil Imran.

Irjen Mohammad Fadil Imran mengatakan, jajarannya akan mengambil langkah-langkah cepat untuk bisa memproses tersangka secara pidana.

"Seiring dengan hal tersebut, tersangka juga kami akan proses secara kode etik sampai dengan hukuman dinyatakan tidak layak menjadi anggota Polri," kata Irjen Mohammad Fadil Imran.

Kapolda juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat, keluarga korban, dan kesatuan TNI AD atas terjadinya kasus yang dilakukan oleh anak buahnya.

"Sebagai Kapolda Metro, atasan tersangka, saya menyampaikan permohonan maaf yang setinggi-tingginya kepada masyarakat, kepada keluarga korban, dan kepada TNI AD. Belasungkawa saya yang mendalam atas kejadian ini," ucap dia.(*)

BACA BERITA LAIN TRIBUN BATAM DI GOOGLE NEWS

TONTON YOUTUBE__TRIBUN BATAM.ID :

Artikel ini telah tayang di tribun-timur.com dengan judul Kombes Adi Wibowo Atasan Bripka Cornelis Kena Masalah Diminta Bertanggungjawab Penembakan Cengkareng, https://makassar.tribunnews.com/2021/02/26/kombes-adi-wibowo-atasan-bripka-cornelis-kena-masalah-diminta-bertanggungjawab-penembakan-cengkareng?page=all
Editor: Aminudin
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved