BATAM TERKINI
BERAPA Biaya Pasang Meteran Air Bersih di Batam? Simak Penjelasannya
Biaya pemasangan jaringan air di Batam ternyata tidak ada standarisasi dari pihak pengelola air. Lantas, berapa biaya pasang meter air?
BATAM TRIBUNBATAM.id - Biaya pemasangan jaringan air bagi pelanggan baru di Batam ternyata tidak ada standarisasinya dari pihak pengelola air.
Semuanya tergantung pada mitra atau kontraktor air di wilayah masing-masing.
Saat ini beredar informasi bahwa pemasangan jaringan air bagi pelanggan baru di Kota Batam, khususnya di wilayah Kaveling mulai dari Rp 5 juta bahkan sudah ada yang Rp 7 juta.
Hal tersebut juga dibenarkan oleh beberapa mitra atau kontraktor pemasangan air.
Parlin Sibombing, mitra pengelola air di Batam mengatakan, informasi biaya pemasangan sambungan baru tersebut bisa saja ada benarnya.
Namun bisa saja tidak.
"Kalau saat ini untuk wilayah kaveling pemasangan air itu memang mahal. Karena biaya yang dikeluarkan kontraktor untuk pemasangan 100 pelanggan dengan satu pelanggan sama," kata Parlin.
Dia mengatakan, syarat pemasangan sambungan air itu untuk wilayah Kaveling sangat rumit.
Baca juga: TERUNGKAP! Ternyata Ini Penyebab Lambatnya Proses Pasang Meter Air di Sejumlah Kaveling di Batam
"Yang pertama kita harus, meminta rekomendasi dari BP Batam, dan pihak BP Batam, harus melakukan kroscek, apakah betul pelanggan itu sudah benar menempati kaveling sesuai data wilayah yang ditetapkan pemerintah," kata Parlin.
Dia juga mengatakan, kontraktor juga sudah melakukan investasi di wilayah kaveling tersebut puluhan tahun silam.
"Jadi artinya pelanggan baru sekarang, jangan melihat besaran biaya pemasangan baru. Tapi sadar tidak kontraktor sudah menanamkan modal di Kaveling itu puluhan tahun silam," kata Parlin.
Dia juga menjelaskan, jika pelanggan baru hanya satu orang, kontraktorpun tidak mungkin mau rugi, berarti semua biaya, mulai dari mendatangkan survei dari BP Batam, pengelola air di Batam dan lain-lainnya dibebankan kepada pelanggan.
"Makannya semakin banyak yang hendak pasang baru, maka semakin murah biayanya," kata Parlin.
Di tempat terpisah, Saptono seorang kontraktor air di Kavelling Melati mengatakan, dirinya sudah menanamkan investasi di Kaveling tersebut sejak tahun 2005 silam.
"Kita bisa lihat ke lapangan di Kaveling Melati, masih banyak Kaveling kosong yang belum dibangun. Jadi sudah berapa tahun modal kita tertanam di sana," kata Saptono.
Dia menjelaskan, pada 2005 sampai 2010 pemasangan air bagi pelanggan baru paling mahal hanya Rp 1,7 juta.
"Itupun bagi pelanggan yang letak kavelingnya jauh. Contoh dalam satu blok ada 50 kaveling, 40 kaveling belum bangun hanya dia sendiri. Otomatis biayanya lebih mahal, karena pipanya juga panjang," kata Saptono.
Dia mengatakan, harga pipa yang sudah diinvestasikan oleh kontraktor tentu semakin tahun harganya naik.
"Jadi ini yang membuat pemasangan baru untuk saat ini semakin mahal," kata Saptono.
Dia juga menjelasakan agar masyarakat memahami dan jangan melihat kondisi saat ini.
"Ada juga pelanggan yang mau pasang baru, karena baru melakukan pembangunan kaveling. Jadi jarak pipa dari rumahnya hanya lima meter, namun biayanya mahal. Ini sering menjadi keluhan pelanggan. Tetapi sadar tidak pelanggan tersebut bahwa pipa yang ada di dekat rumahnya sudah belasan tahun di tanam. Itulah investasi kontraktor, dan pelanggang jug harus tahu bahwa pipa yang ada di pemukiman itu bukan pipa ATB, tetapi pipa kontraktor sebagai mitra ATB," kata Saptono.
Sementara saat ditanya mengenai biaya pemasangan jaringan untuk pelanggan baru di Sagulung saat ini sudah hampir Rp 6 juta.
Saptono menjelaskan kalau pelanggannya yang harus dipasang satu orang biaya tersebut sudah murah.
"Biaya itu sudah murah,"kata Saptono.
Dia mengatakan diriinya sendiri sejak tahun 2005 sudah menanam pipa di Kaveling Melati, ternyata sampai saat ini masiih banyak kaveling yang belum di bangun.
"Jadi bisa bayangkan sudah 16 tahun, kita berinvestasi tapi belum bisa balik modal. Dan bisa bayangkan juga entah kapan bisa semua kaveling dibangun,"katanya.
Sementara, kata Saptono, mengurus satu surat pengajuan pemasangan sambungan baru sama dengan mengurus 100 sambungan baru.
"Jadi bisa bayangkan biaya yang harus dikeluarkan. Hal itu yang membuat jika hanya satu orang pelanggan baru, biayanya sangat mahal," kata Saptono. (TRIBUNBATAM.id/ Ian Sitanggang)
*Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google