Desa Ini Dihuni 3.000 Janda, Para Suami Tewas Diterkam Harimau, Pemerintah Lepas Tangan !
Desa ini memiliki 3.000 istri yang kompak menjanda setelah mengklaim para suami mereka tewas di dalam hutan menjadi mangsa harimau
Tergiur upah besar
Mereka tergiur karena bekerja di hutan dapat menghasilkan hingga 700 rupee (Rp 136.000) dalam sehari,
dibandingkan pendapatan sebagai pekerjaan buruh yang hanya 200 rupee (Rp 39.000).
Mereka kemudian memasuki area terlarang,
menempatkan diri mereka dalam bahaya diserang harimau bengal yang terancam punah.
Baca juga: Cinta Segitiga Janda Dengan 2 Kakek, Kepergok Lakukan Hubungan Terlarang, Dipukul Hingga Sekarat
Baca juga: Reaksi Natalius Pigai Bertemu Abu Janda: Rasisme Harus Lawan dengan Akal Sehat, Bukan Emosional
Dan bakau di hutan merupakan habitat penting bagi harimau.
Dari 60.000 pekerja di hutan, Chatterjee mengatakan bahwa hanya seperempat dari mereka yang memiliki izin untuk bekerja.
Oleh karena itu, orang-orang yang tidak memiliki izin bekerja dianggap sebagai pekerja ilegal.
Para istri mendadak janda takut melapor jika ada serangan harimau yang mematikan.
"Mereka tidak meminta kompensasi karena takut akan tindakan hukum.
Mereka bahkan takut melaporkan kematian," ujar Chatterjee.
Baca juga: AMBYAR! Bayaran Mahal Abu Janda Sebagai Influencer Jokowi Dibongkar, Roy Suryo: Influencer Piaraan
Baca juga: Detik-detik Penembakan di Hari Pernikahan, Pengantin Wanita Jadi Janda karena Suami Tewas
Dianggap ilegal
Para suami yang pulang kampung, kerja demi upah besar itu kini dianggap ilegal.
Para istri mendadak janda pun hanya bisa gigit jari.
Sebab, pemerintah setempat mengangap para suami yang jadi korban terkaman harimau sebagai pekerja ilegal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/janda-yang-suaminya-diterkam-harimau.jpg)