Presiden AS Joe Biden Terima Data Intelijen Pembunuhan Jurnalis Khashoggi, Donald Trump Disebut
Keterlibatan Putra Mahkota Arab Saudi dalam pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi disebut akan berpengaruh pada kelangsungan kerajaan secara keseluruhan
Pemerintah Saudi menolak temuan laporan AS tersebut.
Penggunaan Lembaga Pengelola Investasi, lazim di antara negara-negara kaya minyak. Lembaga itu menyediakan “tempat berlindung” di mana negara-negara dapat menimbun kekayaannya dalam jumlah yang signifikan, dan menyimpan uang itu dalam peti yang dikendalikan sendiri.
Dana Investasi Publik yang diketuai MBS membantu menyangga negara-negara dari guncangan harga minyak yang berdampak pada posisi fiskal tahunannya. Di saat yang sama cara ini juga membuat negara tersebut tahan terhadap tekanan keuangan eksternal.
Dana Investasi Publik memiliki aset lebih dari 360 miliar dollar AS (Rp 5,1 kuadriliun). Jumlah fantastis itu menempatkannya sebagai lembaga pengelola investasi terbesar kedelapan di dunia, berdasarkan total aset.
"Dana Investasi Publik Saudi, yang hampir berumur lima dekade, sangat besar dan menjamin stabilitas keuangan jangka panjang untuk Kerajaan. Tapi itu juga bisa menjadi sasaran penggelapan, salah urus, dan korupsi," terang Rubin.
Baca juga: Tak Bisa Dibunuh di Amerika Serikat, Jamal Khashoggi Diduga Sengaja Dipancing ke Turki
Pada 2018, NBC News mengetahui CIA menyimpulkan adanya keterlibatan MBS yang memerintahkan regu pembunuh membujuk Khashoggi ke konsulat Saudi di Istanbul, membunuhnya, dan memotong tubuhnya menjadi beberapa bagian.
Kepada CNBC, Rubin mengatakan MBS sebagai pewaris mahkota Kerajaan Arab Saudi dengan ini juga akan riskan posisinya.
Kritikus politik dalam negerinya akan melihat Dana Investasi Publik negaranya terpapar terhadap potensi sanksi.
Mereka juga bisa menyorot kasus ini sebagai tanda lain dari kecerobohan dan kesediaan MBS untuk mempertaruhkan aset Saudi. Bahkan menempatkan negara itu dalam persilangan internasional demi agenda pribadinya.
Baca juga: Masih Misteri, Pemerintah Turki Ungkap 6 Kemungkinan Nasib Jasad Jamal Khashoggi
"Sektor swasta internasional, yang pada awalnya menjauhi Arab Saudi setelah pembunuhan Khashoggi, juga akan melihat ini sebagai kemunduran lain dalam “komunikasi publik” perusahaannya jika melanjutkan kerja sama dengan Saudi," kata Rubin.
Penggunaan dana dari SWF Arab Saudi juga bisa disorot dan bisa membuka dorongan untuk peningkatan pengawasan, tuntutan hukum, dan tindakan legislatif, terhadap aktivitas SWF Saudi.
Tuntutan itu bisa muncul baik dari aktor luar negeri yang menyimpan dananya di lembaga tersebut maupun dari aktor di dalam Saudi sendiri.
Baca juga: Potongan Wajah Diduga Jamal Khashoggi Ditemukan dalam Lubang di Sebuah Kebun
Namun kepada CNBC dalam program "The News with Shepard Smith", pengamat senior dari Brookings Institute Michael O'Hanlon menilai Presiden AS Joe Biden tidak akan menjadikan Arab Saudi "paria", karena itu akan menyiratkan pemutusan hubungan ekonomi dan militer yang dimiliki AS dengan Arab Saudi.
Meskipun demikian, Biden pada 2019 sempat mengatakan, "Kami akan membuat mereka (pembunuh Khashoggi) membayar atas kejahatannya, dan menjadikan mereka paria sebagaimana adanya mereka."
(*)
BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini
Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Kenapa Keterlibatan Putra Mahkota dalam Pembunuhan Khashoggi Disebut Bisa Guncang Arab Saudi?"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/mohammed-al-shaikh.jpg)