Apa Itu Parosmia? Termasuk Gejala Covid-19, Penyebab dan Cara Mengatasinya
Parosmia termasuk gejala covid-19. Untuk kasus parosmia yang parah, penderita bisa sampai merasa sakit secara fisik saat mencium bau yang menyengat
TRIBUNBATAM.id - Tahukah kamu apa itu parosmia?
Setelah muncul istilah anosmia, kini ada pula lagi istilahnya parosmia.
Ya, mirip seperti anosmia, parosmia termasuk salah satu gejala baru covid-19.
Penderitanya akan mengalami gangguan penciuman.
Gejala ini dialami oleh sejumlah penderita, terutama dalam kasus long covid atau tak kunjung sembuh.
Long covid bisa memakan waktu hingga lebih dari 12 minggu.
Padahal, penderita lainnya paling-paling hanya butuh waktu 2 minggu hingga satu bulan.
Parosmia juga dirasakan oleh sejumlah penyintas covid-19 yang telah dinyatakan sembuh.
Apa itu parosmia?

Dilansir dari Healthline, parosmia adalah gangguan penciuman yang membuat penderitanya merasakan aroma yang tidak semestinya.
Misalnya, bau roti yang dipanggang biasanya harum manis jadi terasa bau busuk.
Atau, aroma yang biasanya tidak mengganggu jadi bikin mual.
Untuk kasus parosmia yang parah, penderita bisa sampai merasa sakit secara fisik saat mencium bau yang menyengat atau punya aroma kuat.
• Gejala dan Ciri-ciri Vertigo, Pusing yang Sering Disepelekan padahal Mematikan
• AWAS! Gejala Baru Virus Corona Berkembang, Waspada bila Muncul Bercak Mirip Sariawan
• Apa Itu Long Hauler Covid? Gejala Virus Corona Tak Kunjung Sembuh Berbulan-bulan
Gejala parosmia
Sebagian besar kasus parosmia terasa lebih jelas ketika seseorang baru sembuh dari infeksi.
Dilansir dari Independent, beberapa penderita long covid dan orang yang sudah dinyatakan sembuh dari Covid-19 merasakan bau tak sedap seperti amis ikan atau benda terbakar di tempat dengan bau normal.
Selain itu, gejala parosmia yang banyak dikeluhkan adalah bau busuk atau tak sedap terus-menerus, terutama saat ada makanan.
Terkadang, aroma yang tidak enak ini membuat penderita jadi mual sampai kehilangan selera makan.
Dokter spesialis telinga hidung tenggorokan (THT) dapat mengenali gejala parosmia dangan pemeriksaan fisik, tes bau, dan mengecek riwayat kesehatan pasien.
Penyebab parosmia
Parosmia biasanya muncul setelah saraf pendeteksi bau rusak karena infeksi atau penyakit lainnya.
Dalam kondisi normal, saraf indra penciuman bertugas memberitahu otak untuk menafsirkan suatu informasi kimiawi pembentuk bau.