Breaking News:

KEPRI TERKINI

Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Gubernur Kepri Janji Bereskan Soal Lahan dan Amdal

Gubernur Kepri Ansar Ahmad yakin keberadaan Jembatan Batam Bintan mampu menjadi mesin baru bagi perekonomian Kepri.

ist
Foto Gubernur Kepulauan Riau Ansar Ahmad dan Wakil Gubernur Kepulauan Riau Marlin Agustina. Pembangunan Jembatan Batam Bintan, Gubernur Kepri Janji Bereskan Soal Lahan dan Amdal 

"Sebagai informasi saja bu Direktur, jumlah kunjungan wisman di Kepri sebelum pandemi menduduki ranking terbanyak ke-2 se Indonesia setelah Bali, dan daerah penyumbang terbesarnya adalah Batam dan Bintan.

Dalam hal investasi, kedua daerah ini pertumbuhannya cukup signifikan sekali. Kita berharap Jembatan Batam Bintan bisa menambah semangat dan bisa memulihkan ekonomi Kepri pasca pandemi," kata Ansar lagi.

Jembatan Batam Bintan juga diyakini akan memudahkan akses distribusi dan transportasi pengiriman hasil pertanian yang ada di Bintan ke Batam dan sebaliknya. Apalagi selama ini dirasakan para petani sangat tinggi biaya pengirimannya.

"Jembatan Batam Bintan ini juga merupakan salah satu janji presiden Jokowi. Makanya sampai sekarang masyarakat selalu bertanya kapan, kapan, kapan jembatan ini dibangun.

Insyaallah bu, saya akan turun langsung ke lapangan. Pembebasan lahan dan amdal, nanti kita akan bereskan," tegas Ansar.

Sementara itu, Direktur Pelaksanaan Pembiayaan Infrastruktur Jalan dan Jembatan Kementerian PUPR RI Reni Ahiantini, mengapresiasi semangat Gubernur Kepri Ansar Ahmad. Itu menyangkut rencana pembangunan Jembatan Batam Bintan ini.

Reni juga tampak terperangah saat mendengarkan penjelasan Ansar Ahmad terkait Kepri berada di urutan ke-2 secara nasional, berada di bawah Bali dari segi jumlah kunjungan wisatawan mancanegara.

"Saya yakin jembatan ini akan menjadi penyemangat baru pertumbuhan perekonomian di Kepri," katanya.

Reni menyampaikan, jika masih ada hal-hal yang menjadi kendala menyangkut pembangunan jembatan agar segera dikoordinasikan. Termasuk saat ini sedang disiapkan konsep MoU pengadaan lahan dan pembagian kewenangan pusat dan daerah.

Jembatan yang sudah direncanakan sejak 2005 ini akan dibangun dengan panjang 14.763 km, dengan tinggi disetujui 40 meter. Selain untuk kendaraan roda 4, juga akan ada jalur motor di jembatan ini nantinya.

(Tribunbatam.id/endrakaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam Lainnya di Google

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved