Sosok Irjen Pol Firman Santyabudi, Ayahnya Ternyata Eks Panglima TNI dan Wakil Presiden RI

Inspektur Jenderal Polisi Firman Santyabudi merupakan perwira polisi yang lahir dari seorang ayah panglima TNI dan Wakil Presiden RI

Kolase Tribun Manado
Sosok Irjen Firman Santyabudi 

Saat itu, Irjen Firman Santyabudi menjabat sebagai Kapolda Jambi.

Irjen Pol Firman Santyabudi saat Kapolda Jambi dan ayahnya Try Sutrisno. Irjen Firman sekarang asisten logistik Kapolri.
Irjen Pol Firman Santyabudi saat Kapolda Jambi dan ayahnya Try Sutrisno. Irjen Firman sekarang asisten logistik Kapolri. (twitter dan kompas.com)

Ia turun langsung untuk mendinginkan situasi konflik dua desa di Kerinci.

Konflik yang dipicu persoalan tanah ini telah menewaskan seorang warga dari Desa Semerap, Kecamatan Danau, Kerinci Barat.

Seperti dilansir dari Kompas.com dalam artikel 'Konflik Tanah di Kerinci Tewaskan 1 Orang, Kapolda Turun Tangan'

Korban tewas karena tertembak setelah nekat menyerang warga Desa Muak, Kecamatan Bukit Kerman, Kabupaten Kerinci.

Meskipun sempat dilarikan ke rumah sakit, nyawanya tidak tertolong.

"Ya, Pak Kapolda untuk mengamankan dan menenangkan masyarakat," kata Kabid Humas Polda Jambi Kombes Pol Kuswahyudi Tresnadi melalui pesan WhatsApp, Selasa (27/10/2020).

Ia mengatakan, kedatangan Kapolda Jambi untuk mendinginkan situasi dan mencegah bentrok susulan dengan menempatkan personel Polri didampingi TNI di lokasi.

Proses hukum tetap berjalan, kata Kuswahyudi, untuk memastikan setiap masyarakat mendapatkan keadilan, tentu apabila dilihat ada unsur pidananya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Kerinci Iptu Edi Mardi menuturkan, untuk saat ini, situasi sudah kondusif.

Bentrokan antar-warga ini dipicu konflik tanah.

Menurut Mardi, konflik tanah yang menjadi persoalan warga dua desa inisudah lama.

"Kita udah berupaya maksimal dengan menggandeng pemda untuk langkah mediasi, tapi memang karekternya susah," kata Mardi menjelaskan.

Upaya mediasi sudah dilakukan, namun belum memperoleh hasil yang memuaskan, sehingga sempat terjadi penyerangan.

"Warga Desa Semerap yang tertembak oleh masa dari sebelah. Karena nekat nyerang," kata Mardi menambahkan.

Halaman
1234
Sumber: Surya
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved