Rabu, 6 Mei 2026

TANJUNGPINANG TERKINI

Asal Usul dan Sejarah Nama Jalan Batu Kucing di Tanjungpinang

Ada satu lokasi di Tanjungpinang diberi nama Jalan Batu Kucing. Letaknya di Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang. Ini asal usul dan sejarahnya

Tayang:
Penulis: Endra Kaputra | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Endra Kaputra
Foto Jalan Batu Kucing di Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang. Asal Usul dan Sejarah Nama Jalan Batu Kucing di Tanjungpinang 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Kamu perlu tahu, ada satu lokasi di Tanjungpinang yang diberi nama Jalan Batu Kucing. Letaknya di Kecamatan Bukit Bestari Tanjungpinang.

Di tempat itu, ada sebuah batu menyerupai kucing. Keberadaan batu kucing ini berada di belakang sebuah klinik bersalin di kawasan jalan itu.

Nah, soal sejarah penamaan daerah ini disebut Jalan Batu Kucing memiliki dua versi cerita.

Hal ini disampaikan seorang penulis buku Toponomi Tanjungpinang, Yoan Sutrisna Nugraha.

Dari buku yang ditulis bersama rekannya, Rendra Setyadiharja, mereka menulis versi pertama nama jalan ini berasal dari sebuah cerita rakyat yang terus berkembang dari mulut ke mulut.

Baca juga: JADWAL Kapal Ferry Tanjungpinang di Pelabuhan Sri Bintan Pura Hari Ini Senin 8 Maret 2021

Baca juga: BPBD Tanjungpinang Salurkan Air Bersih ke Warga

Konon waktu itu ada seorang nenek miskin dan berkehidupan susah. Rumahnya saja hanya beratapkan rumbia dan beralaskan tanah.

Rumahnya jauh dari kediaman penduduk lainnya. Ia pun hidup sebatang kara.

"Karena suami dan anak-anak telah meninggalkannya akibat bercerai beberapa kurun waktu yang lalu," ujr Yoan dalam tulisannya.

Bentuk batu yang menyerupai kucing di Tanjungpinang
Bentuk batu yang menyerupai kucing di Tanjungpinang (tribunbatam.id/istimewa)

Dari cerita yang didengar dari turun-menurun masyarakat setempat, nenek tersebut menganyam tikar dari daun nyiur atau kelapa, lalu menjajakan tikarnya itu dari kampung ke kampung.

Saat sedang menjajakan tikar anyamannya, nenek bertemu dengan kucing yang sangat kotor dan berpenyakitan. Singkat cerita, nenek merawat kucing itu.

"Cerita yang berkembang, pertemuan nenek itu dengan kucing saat ia bermimpi bertemu pemuda. Jadi kayak kucing jelmaan," sebutnya.

Setelah bertemu, dan merawat kucing itu, sang nenek pun mendadak kaya dan serba berkecukupan. Sampai-sampai lupa akan kehidupan miskinnya.

Suatu ketika, saat nenek menuju meja makannya untuk menyantap hidangan makanan yang sudah tersedia, nenek kesal saat kucing tersebut menggesek-gesek badannya ke kaki nenek. Sehingga kucing itu dimarahin, dan ditendang hingga dibuang sang nenek.

"Saat kucing itu sudah dibuang, dan pulang menuju rumah, nenek melihat kepulan asap hitam tepat di atas rumahnya. Ternyata rumahnya kebakaran sehingga harta bendanya habis semua. Nenek pun kembali jatuh miskin," jelasnya kembali.

Ternyata nenek melupakan janjinya pada jelmaan kucing itu. Tidak boleh sombong dan tidak boleh membuang kucing tersebut.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved