Selasa, 14 April 2026

BATAM TERKINI

Pembangunan SUTT di Perumahan Batam, Anggota DPRD Gebrak Meja, 'Jangan Main Pakai Preman'

Polemik pembangunan SUTT di Perumahan Bandara Mas Batam dibawa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Batam. Kenapa anggota DPRD sampai gebrak meja?

TribunBatam.id/Hening Sekar Utami
Pembangunan SUTT di Perumahan Batam, Anggota DPRD Gebrak Meja. Foto anggota DPRD Batam Muhammad Rudi tampak emosional saat RDP DPRD Batam, Senin (8/3/2021). 

"Kalau stakeholder bilang stop, ya kami stop.

Masalahnya kan, saat ini kebutuhan listrik di Batam semakin meningkat, apalagi dengan adanya pandemi Covid-19, hampir sebagian besar orang berkegiatan di rumah," tambah Edy.

DPRD Batam Bereaksi

Pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) di kawasan Perumahan Bandara Mas, Belian, Kecamatan Batam Kota, Provinsi Kepri menimbulkan berbagai penolakan dari warga sekitar.

Melihat hal itu, Komisi III DPRD Batam pun meminta agar pengerjaan SUTT tidak lagi dilanjutkan untuk sementara waktu sampai mediasi antara pihak bright PLN Batam dan warga dilaksanakan.

Mediasi ini tak lain guna membahas tentang insiden kekerasan yang baru-baru ini terjadi dalam bentrok antara warga dengan oknum penjaga SUTT di lokasi terkait.

Ketua Komisi III DPRD Batam, Werton Panggabean menyayangkan aksi premanisme telah terjadi di lokasi tersebut, yang menimbulkan kekerasan fisik terhadap warga sekitar.

Warga Perumahan Bandara Mas blokir jalan menolak pembangunan SUTET di permukiman mereka, Kamis (11/2/2021).
Warga Perumahan Bandara Mas blokir jalan menolak pembangunan SUTET di permukiman mereka, Kamis (11/2/2021). (TribunBatam.id/Alamudin Hamapu)

Pihaknya menyarankan, bright PLN Batam tetap mengedepankan musyawarah dan mufakat untuk mengatasi persoalan yang ada.

Serta tidak mendukung aksi kekerasan yang bertentangan dengan kemanusiaan.

"Seharusnya bright PLN Batam mengedepankan kemanusiaan, bicarakan lah problem ini bersama dengan masyarakat, jangan pakai aksi kekerasan," tegas Werton.

Sementara itu, Anggota Komisi III DPRD Kota Batam, Muhammad Rudi pun berang setelah menyaksikan video warga yang diputar dalam rapat dengar pendapat (RDP).

Dalam video itu, ditampilkan aksi bentrok antara warga dengan beberapa pria berbadan besar yang dianggap sebagai preman.

Sembari menggebrak meja, Muhammad Rudi mengutuk aksi premanisme yang terjadi itu.

Warga perumahan Bandara Mas, RW 20 kelurahan Belian, kecamatan Batam kota menolak pembangunan Sutet 150 KV yang akan dibangun di sekitar pemukiman warga
Warga perumahan Bandara Mas, RW 20 kelurahan Belian, kecamatan Batam kota menolak pembangunan Sutet 150 KV yang akan dibangun di sekitar pemukiman warga (TRIBUNBATAM.id/ALAMUDIN HAMAPU)

Ia menegaskan kepada bright PLN Batam untuk menghindari cara-cara kekerasan yang merugikan rakyat.

"Jangan main-main pakai preman untuk mengintimidasi masyarakat, pak.

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved