BATAM TERKINI
Pembangunan SUTT di Perumahan Batam, Anggota DPRD Gebrak Meja, 'Jangan Main Pakai Preman'
Polemik pembangunan SUTT di Perumahan Bandara Mas Batam dibawa dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Batam. Kenapa anggota DPRD sampai gebrak meja?
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Polemik Warga Perumahan Bandara Mas, Kelurahan Belian, Kecamatan Batam Kota dengan oknum penjaga pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi atau SUTT dibawa ke DPRD Batam.
Dalama Rapat Dengar Pendapat dengan Komisi III DPRD Batam terungkap, jika insiden serupa kerap terjadi.
Ini karena warga Bandara Mas sudah lama menolak pembangunan SUTT yang berdekatan dengan permukiman warga tersebut.
"Semakin brutal, di tanggal 2 dan 6 Maret 2021 kemarin bahkan terjadi pemukulan oleh para penjaga SUTT itu yang kami duga adalah preman," ucap seorang warga, Dharta Pratama yang hadir dalam RDP tersebut, Senin (8/3/2021).
Sebelumnya, warga Bandara Mas menolak pembangunan SUTT 150kV tersebut dengan alasan keselamatan.
Warga takut, apabila SUTT jadi dibangun, maka akan berdampak pada kesehatan masyarakat sekitar dan juga potensi bencana kelistrikan yang besar.
Masalah perijinan lahan lokasi SUTT yang berdekatan dengan perumahan warga tersebut juga dipermasalahkan.
Dalam hal ini, Dharta mengaku, perkara ini sudah dilemparkan ke meja pengadilan, yang mana putusan akan segera diperoleh pada 1 April 2021.
"Kami meminta pengerjaan SUTT ini dihentikan sampai inkrah, dan jangan sampai ada lagi premanisme di sekitar lokasi tersebut," tegas Dharta.
Sementara Direktur Departemen Operasional bright PLN Batam, Edyansyah, mengatakan pembangunan SUTT tersebut merupakan permitaan dari para pemangku kepentingan di wilayah Batam Kota dan Nongsa.
"PLN Batam membangun SUTT ini sesuai permintaan dari stakeholder.
Kalau ini dihentikan, kami akan kesulitan mendukung pasokan listrik ke daerah Nongsa, sementara Nongsa kan sudah dijadikan kawasan pariwisata, industri, dan bahkan KEK," jelas Edy, pada kesempatan yang sama.
Edy menambahkan, pihaknya juga mengaku prihatin dengan insiden bentrok yang terjadi antara warga dengan oknum yang diduga preman, seperti yang beberapa hari lalu terjadi.
Baca juga: BLOKIR Jalan, Ibu-ibu Warga Bandara Mas Batam Gelar Aksi Penolakan Pembangunan Sutet
Pihaknya mengaku bersedia menghentikan pengerjaan SUTT apabila dari sisi stakeholder juga menghendaki pekerjaan itu dihentikan.
Selama ini, menurutnya, belum ada dasar yang jelas untuk menghentikan pekerjaan tersebut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/polemik-sutt-di-perumahan-bandara-mas.jpg)