TRIBUN WIKI
Berkaca dari Aprilia Manganang, Begini Cara Cegah Hipospadia pada Bayi saat Hamil
Berkaca dari kasus Aprilia Manganang yang berganti jenis kelamin, begini cara cegah hipospadia pada bayi saat hamil.
Posisi lubang kencing juga bisa berada di area skrotum (buah zakar), tetapi kondisi ini jarang terjadi.
Akibat letak letak lubang kencing yang tidak normal, anak dengan hipospadia akan mengalami gejala seperti di bawah ini:
- Percikan urine tidak normal saat buang air kecil.
- Kulup hanya menutupi bagian atas kepala penis.
- Bentuk penis melengkung ke bawah.
Penyebab dan Faktor Risiko hipospadia
Hipospadia terjadi ketika perkembangan saluran lubang kencing (uretra) dan kulup penis terganggu, waktu di dalam kandungan.
Belum diketahui apa penyebab pastinya.
Namun, ada sejumlah faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko seseorang anak mengalami hipospadia, misalnya karena sang ibu:
- Mengandung pada saat berusia 35 tahun ke atas.
- Menderita obesitas dan diabetes saat hamil.
- Menjalani terapi hormon untuk merangsang kehamilan.
- Terpapar asap rokok atau pestisida saat hamil.
Selain karena faktor di atas, memiliki keluarga yang pernah mengalami hipospadia, dan anak yang terlahir secara prematur, juga diduga dapat membuat anak mengalami hipospadia.
Diagnosis Hipospadia
Hipospadia dapat diketahui melalui pemeriksaan fisik setelah bayi dilahirkan, tanpa harus dilakukan pemeriksaan penunjang.
Tetapi pada hipospadia yang parah, pemeriksaan lanjutan dibutuhkan untuk mengetahui kelainan lain yang terjadi pada kelamin bayi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/asfaf.jpg)