Breaking News:

Blak-blakan Jhoni Allen Saat Bertemu SBY: Jadi Presiden 10 Tahun kok Gak Mikirin Kantor Demokrat?

Menurut Jhoni, hal tersebut disampaikan langsung oleh SBY saat keduanya bertemu di Cikeas 16 Februari 2021 lalu.

Editor: Anne Maria
YouTube Sidoel Jak/Facebook DPP Partai Demokrat via Tribunnews
Jhoni Allen Marbun dan SBY : Blak-blakan Jhoni Allen Saat Bertemu SBY: Jadi Presiden 10 Tahun kok Gak Mikirin Kantor Demokrat? 

TRIBUNBATAM.id, SIBOLANGIT- Jhoni Allen blak-blakan katakan hal ini saat bertemu Susilo Bambang Yudhoyono.

Seperti diketahui kisruh Partai Demokrat masih jadi perbincangan hangat publik saat ini.

Hingga kini, kisruh dua kubu di Partai Demokrat kian meruncing.

Kedua pihak terus terlibat saling tuding dan bantah.

Kali ini, kubu Kongres Luar Biasa (KLB) Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali buka-bukaan soal internal Partai Demokrat versi kepemimpinan AHY.

Sekretaris Jenderal Partai Demokrat versi KLB, Jhoni Allen Marbun mengungkapkan, Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) mengetahui dan membenarkan adanya mahar Pilkada yang dikenakan kepada kader.

"Saya sampaikan ini pada saat pertemuan saya dengan Bapak Susilo Bambang Yudhoyono di Cikeas tanggal 16 Februari 2021 lalu. Saya sampaikan, termasuk mahar-mahar Pilkada," kata Jhoni di Jakarta, Kamis (11/3/2021) seperti dikutip Kompas.tv.

Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (istimewa)

Saat itu, kata dia,  SBY juga menyebut bahwa mahar tersebut digunakan untuk membeli kantor Partai Demokrat di Jalan Proklamasi, Menteng, Jakarta Pusat.

"Beliau mengatakan, (mahar Pilkada) membeli kantor di Proklamasi," lanjut dia.

Mendengar perkataan  SBY, Jhoni pun mengaku kaget dan lantas menanyakan kepada  SBY mengapa selama 10 tahun menjabat sebagai Presiden dari dukungan Demokrat, tidak berkontribusi untuk menyediakan kantor.

"Loh, Bapak dulu presiden 10 tahun kok nggak mikirin kantor. Kenapa harus keringat dari DPC dan iuran dari fraksi tingkat II, tingkat I," tanya Jhoni.

Selain itu, mantan kader Demokrat versi Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) ini mengkritisi perihal perubahan mukadimah atau pembukaan versi awal Partai Demokrat tahun 2001.

Dia menegaskan, mukadimah partai sejatinya tidak bisa diubah.

Oleh karenanya, ia akan melaporkan soal perubahan mukadimah Anggaran Dasar/Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) ke pihak berwajib.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved