Breaking News:

KEPRI TERKINI

Gubernur Bakal Bentuk Satgas Pengawas Labuh Jangkar di Kepri

Gubernur Kepri Ansar Ahmad bakal membentuk tim Satgas pengawasan Labuh Jangkar untuk memaksimalkan hasil dari aktivitas tersebut.

TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad rapat koordinasi Pembentukan Satgas Pengawas Pelaksanaan Labuh Jangkar di wilayah Kepri di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Jum’at (12/3/2021) sore. 

TANJUNGPINANG, TRIBUNBATAM.id - Gubernur Kepulauan Riau (Kepri), Ansar Ahmad menyampaikan bahwa potensi jasa labuh jangkar yang akan diterima oleh Kepri akan digunakan untuk membangun daerah agar lebih cepat maju dan masyarakat bisa sejahtera.

"Niat bersama kita satu, yaitu ingin membangun daerah lebih cepat. Oleh karena itu dengan tambahan fiskal yang kita dapatkan akan dimanfaatkan untuk membangun infrastruktur investasi serta mendorong investasi masuk sehingga bermanfaat untuk masyarakat,” jelas Ansar saat memimpin Rapat Koordinasi Pembentukan Satgas Pengawas Pelaksanaan Labuh Jangkar di wilayah Kepri di Ruang Rapat Utama, Kantor Gubernur, Dompak, Tanjungpinang, Jum’at (12/3/2021) sore. 

Dalam rapat ini hadir Kapolda Kepri, Irjen Pol Aris Budiman, Kajati Kepri, Hari Setiyono, Danlantamal IV, Laksamana Pertama Indarto Budiarto, Danguskamla Armabar, Laksma TNI Yayan Sofiyan, Danrem 033/WP Brigjen TNI Jimmy Ramoz Manalu, Asop Kaskogabwilhan I Laksamana TNI Ariantyo Condro Wibowo, Danlanud Tanjungpinang Kolonel Pnb Andi Wijanarko, Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Sumantri, Kepala, Perwakilan Ombudsman Provinsi Kepri Lagat Parroha Patar Siadar serta Perwakilan Bakamla, Kabinda, Kanwil Hukum dan HAM, BPKP Perwakilan Kepri, KSOP dan Imigrasi.

Ansar menguraikan, bahwa beberapa hari yang lalu dirinya melakukan pertemuannya Menko Marves, Luhut B. Panjaitan bersama Deputi Menko Marves serta  Penasihat Khusus Menko Marves Marsetio dalam rangka membahas tindak lanjut jasa labuh jangkar.

“Bapak Menko Marves pesan kepada saya bahwa  di daerah kita untuk membentuk Satgas guna penertiban kapal-kapal yang berlabuh berada di luar kawasan jasa labuh jangkar. Beliau juga sampaikan bahwa tidak ada satupun boleh terutama kapal asing berlabuh di luar labuh jangkar, semua wajib melabuhkan labuh jangkarnya dititik yang tekah ditetapkan,” ujarnya menyampaikan pesan Menko Marves.

Baca juga: Kabar Gembira BLT Karyawan PT Segera Cair, Menteri Sebut Ini Orang yang Didulukan

Menindaklanjuti pesan Menko Marves tersebut maka dirinya telah memerintahkan dinas terkait untuk melakukan penyusunan draft awal Pembentukan Satgas Pengawas Pelaksanaan Labuh Jangkar di Wilayah Provinsi Kepri

“Kemarin kita susun SK Satgas labuh Jangkar. Kita sampaikan dahulu. Nanti ada unsur belum masuk mohon pendapat dan saran. Karena labuh jangkar ini merupakan aktivitas yang baru pertama kali kita lakukan maka terus kita lakukan evalusi dan penyempurnaan kedepannya. Jika telah sempurna pada Kamis (18/03) nanti akan kita serahkan ke Menko Marves ketika datang ke Batam,” ucapnya.

Intinya menurut Ansar, Pemerintah Pusat sangat mendukung daerah untuk bertindak kreatif dan inovatif dalam menggali sumber pendapatan baru untuk menambah pendapatan asli daerah.

“Pesan pak Menteri sebanyak apapun potensi laut, gunakan dan optimalkan kebermanfaatannya untuk daerah. Karena pusat sudah berikan dukungan, maka kita juga harus cepat bertindak,” ujarnya.

Ansar kembali menyampaikan potensi yang bisa didapatkan dari aktivitas labuh jangkar di Kepri ini karena dalam hitungan harian saja 350 sampai dengan 400 kapal yang melintas Selat Malaka.  

Dari jumlah tersebut jika 5 persen saja atau 20 kapal dengan bobot 50.000 GT memanfaatkan jasa labuh jangkar maka potensi yang kita dapatkankan adalah 1 juta GT per hari. Jika kalikan dengan Rp 700,- yang mejadi hak pemerintah Daerah, maka dalam satu hari kita bisa mendapatkan 700 juta atau 200 miliar  setahun.

“Saya yakin kalau kita  bisa tertibkan kapal yang labuhnya diluar area labuh jangkar maka maka penghasilan kita bisa lebih dari itu. Bahkan bisa meningkat 10 persen saja maka akan ada tambahan fiskal  400 milyar pada APBD kita,” jelasnya.

Kedepan, untuk menambah daya tarik agar kapal-kapal yang melewati Selat Malaka ini mau menggunakan ruang laut di Kepri untuk melabuhkan kapalnya, maka dirinya akan melakukan pertemuan khusus dengan para operator jasa labuh untuk mendengarkan masukan untuk menjadikan wilayah jasa pungut ini kompetitif dibandingkan dengan negara tetangga.

“Kita akan rapat khusus dengan para operator jasa labuh ini, kita minta mereka untuk perluas jangkaun pasarnya, apa problem di birokrasi akan kita bantu, dan akan kita bersama rumuskan strategi-strategi apa yang dapat menarik minat para pemilik kapal agar mau melabuhkan kapalnya di daerah labuh jangkar yang telah kita tetapkan,” katanya. (TRIBUNBATAM.id/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Penulis: Endra Kaputra
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved