Breaking News:

Picu Gumpalan Darah, Negara-negara Eropa Stop Vaksin AstraZeneca, Perancis dan Italia Beda Suara

Diberitakan sebelumnya, hingga Kamis, (11/3/2021), ada 8 negara Eropa yang menghentikan sementara penyuntikan vaksin corona AstraZeneca, akibat muncul

Channel News Asia
Sebuah tabung reaksi berlabel Vaksin terlihat di depan logo AstraZeneca dalam ilustrasi yang diambil, 9 September 2020 

TRIBUNBATAM.id, ROMA - Terkait vaksin Covid-19 AstraZeneca, Italia dan Perancis menempuh jalan yang berbeda.

Diberitakan sebelumnya, hingga Kamis, (11/3/2021), ada 8 negara Eropa yang menghentikan sementara penyuntikan vaksin corona AstraZeneca, akibat munculnya kasus pembekuan darah pada pasien.

Kedelapan negara itu adalah Denmark, Austria, Islandia, Norwegia, Estonia, Latvia, Lituania, dan Luksemburg. 

Kemudian yang terbaru, pada Jumat, (12/3/2021) Thailand juga mendadak menunda penyuntikan vaksin corona AstraZeneca

Daftar negara Eropa yang menangguhkan vaksin AstraZeneca bertambah setelah Italia mengumumkan kebijakan yang sama. 

"Menyusul laporan beberapa kejadian merugikan yang serius... AIFA (Badan Obat-obatan Italia) memutuskan, sebagai tindakan pencegahan, untuk mengeluarkan larangan penggunaan batch ini secara nasional," kata AIFA dikutip dari AFP. 

Dikatakan pula bahwa AIFA berhak mengambil tindakan lebih lanjut jika perlu, dan berkoordinasi dengan Badan Obat-obatan Eropa (EMA).

Batch vaksin AstraZeneca yang ditunda regulator Italia adalah ABV2856, berbeda dengan ABV5300 yang ditangguhkan Austria. 

AIFA sebelumnya mengatakan, batch ABV5300 tidak didistribusikan di Italia, tetapi belum diketahui apakah itu satu-satunya batch yang beredar di sana. 

Perancis tetap pakai vaksin AstraZeneca

Berbeda dari kedelapan negara Eropa tadi, Perancis memutuskan tetap memakai vaksin Covid-19 AstraZeneca, kata Menteri Kesehatan Olivier Veran pada Kamis, (11/3/2021). 

Veran berkata, dia sudah berkonsultasi dengan badan obat-obatan Perancis yang menyarankannya tidak mengambil tindakan serupa.

"Tidak perlu menghentikan AstraZeneca," ucap Veran dalam konferensi pers yang dikutip AFP. 

Veran melanjutkan, jumlah kasus harian Covid-19 di Paris yang masuk ICU sangat tinggi, sehingga kapasitas rumah sakit berisiko melebihi batas.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved