Breaking News:

SOSOK WAKIL WALI KOTA TANJUNGPINANG

Soal Wawako Tanjungpinang, Rahma Kirim Surat Balasan ke Gubernur Kepri hingga Respons DPRD

Wali Kota Tanjungpinang Rahma mengirim surat balasan untuk Gubernur Kepri terkait pemilihan Wawako Tanjungpinang.Saat ditanya langung, ia irit bicara

Penulis: Novenri Halomoan Simanjuntak | Editor: Dewi Haryati
tribunbatam.id/Noven Simanjuntak
Foto Wali Kota Tanjungpinang, Rahma. Soal Wawako Tanjungpinang, Rahma Kirim Surat Balasan ke Gubernur Kepri hingga Respons DPRD 

"Pasti, yang penting peraturan (PP-Red) nya yang mana itu harus jelas. Karena bagaimana pun saya ikut terlibat dalam proses ini dan jika nanti ternyata terjadi sesuatu yang tidak sesuai ketentuan dan kesalahan, tentu saya juga akan terseret karena ada sanksi pidananya juga. Maka dari itu hal inilah yang perlu kita pahami bersama," terangnya.

Dijelaskan Rahma kembali, sebagaimana pasal 176 ayat (5) UU No 10 Tahun 2016 ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara pengusulan dan pengangkatan calon Wakil Gubernur, Calon Wakil Bupati dan Calon Wakil Wali Kota diatur dalam Peraturan Pemerintah (PP).

"Nah sepengetahuan saya mungkin bisa ditambahkan dengan praktisi hukum bahwa untuk sampai saat ini belum ada PP yang menjadi acuan. Atas dasar itulah maka saya kirimkan surat ke kemendagri yang isinya minta petunjuk dan arahan," ungkapnya.

Rahma menyatakan harapannya terhadap proses pemilihan Wakil Wali Kota Tanjungpinang ini dapat terlaksana sesuai dengan ketentuan peraturan dan perundang-undangan serta proses komunikasi politik bersama partai politik pengusung nantinya.

"Jadi dalam hal ini tentu ada dua hal yang harus kita matching-kan. Pertama secara aturan harus berjalan dan kedua komunikasi politik itu sendiri harus terbangun supaya ada apa ya namanya, chemistry begitu," ujarnya.

Gubernur Tunggu Langkah Rahma

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad meminta proses pemilihan Wakil Wali Kota Tanjungpinang dipercepat.

Karena itu, dalam dua hari ke depan, rencanaya Ansar Ahmad akan melakukan pendekatan kepada Wali Kota Tanjungpinang Rahma.

"Saya akan melakukan pendekatan dulu 1-2 hari ini, karena itu bagian dari kewajiban dan mudah-mudahan ini solusinya bagus," ujarnya, Senin (8/3/2021).

Ansar Ahmad menyampaikan, apabila tidak ada perkembangan selama seminggu ke depan, Pemerintah Provinsi Kepri akan menyurati Direktorat Jenderal Otonomi Daerah untuk meminta izin agar dilakukan pemilihan.

"Saya lihat perkembangan selama tujuh hari kalau tidak ada tanggapan, saya akan surati Dirjen Otonomi Daerah. Saya minta izin untuk dilakukan pemilihan," terangnya.

Wali Kota Tanjungpinang Rahma
Wali Kota Tanjungpinang Rahma (tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Gubernur Kepri yang baru dilantik tanggal 25 Februari 2021 itu menerangkan, pihaknya menanggapi surat Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) untuk memonitoring dan melakukan pendampingan terhadap proses pengisian Wakil Wali Kota Tanjungpinang.

"Wakil Wali Kota Tanjungpinang hingga saat ini masih lowong. Hal itu mendapat tanggapan dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri)," sebutnya.

Ansar Ahmad mengaku tanggung jawab Gubernur dalam hal ini sebagai wakil pemerintah pusat di daerah. Maka dari itu, ia menegaskan akan mengawal jalannya proses tindaklanjut penyuratan nama calon Wakil Wali KOta Tanjungpinang yang telah diusulkan partai pengusung, ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Tanjungpinang.

"Memang itu tanggung jawab Gubernur karena wakil pemerintah pusat di daerah dan proses suratnya bolak-balik sudah berjalan. Surat DPRD sudah dibalas Mendagri, isinya memang agar saya monitor dan mengawal.

Jadi saya segera menindaklanjuti surat itu ke Wali Kota agar Wali Kota meneruskan ke DPRD," pungkasnya.

(tribunbatam.id/Noven Simanjuntak)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved