Jumat, 10 April 2026

Kenali 6 Tanda Gangguan Tidur yang Mungkin Pernah Kamu Alami

Disaat pagi kita mencoba membuka mata dan tidak pernah merasa cukup istirahat, atau badan malah terasa lelah, maka kita mungkin mengalami gangguan ...

National Geographic
Ilustrasi sulit tidur 

TRIBUNBATAM.id - Disaat pagi kita mencoba membuka mata dan tidak pernah merasa cukup istirahat, atau badan malah terasa lelah, maka kita mungkin mengalami gangguan tidur

Namun tidak semua gangguan tidur itu sama. Untuk menentukan mana yang kamu alami, kamu mungkin memerlukan studi tentang tidur

Studi tidur adalah alat diagnostik yang membantu orang dan dokter menentukan penyebab apa yang membuat orang-orang tidak bisa tidur nyenyak. 

Psikolog tidur, Katherine Hall mengatakan, studi tidur atau polisomnografi merupakan pemeriksaan tidur mendetail yang memungkinkan dokter menguji dan mendiagnosis gangguan tidur secara akurat. 

Pada dasarnya, dokter mengamati kita saat tidur untuk mencari tahu mengapa kita tidak bisa mendapatkan istirahat malam yang nyenyak. 

Biasanya, peserta studi tidur diminta menghabiskan malam di klinik tidur di mana mereka terhubung ke berbagai mesin yang mengukur parameter tertentu. 

Seorang dokter penyakit dalam yang berbasis di Baltimore, Vivek Cherian, MD mengungkapkan, parameter tersebut antara lain detak jantung, kadar oksigen, gelombang otak, gerakan mata, pola pernapasan, dan fisik. 

Menurut Sound Sleep Health, dokter menggunakan empat jenis sensor berbeda selama tes tidur

Ada elektrokardiogram (EKG) untuk memonitor detak jantung, elektro-ensefalogram (EEG) memonitor aktivitas otak, elektrookulografi (EOG) memonitor pergerakan mata dan elektromiografi (EMG) memonitor pergerakan otot. 

Secara total, peserta studi tidur dipasangi sekitar 20 sensor berbeda yang terpasang ke tubuh mereka (kebanyakan di sekitar kepala dan mata) selama penelitian. 

Pengukuran yang diperoleh dari semua sensor ini memberikan informasi yang sangat berguna dan mendetail kepada dokter tentang gejala pasien. Secara alami, ini mengarah pada diagnosis yang lebih akurat. 

Hall, yang berspesialisasi dalam Cognitive Behavioral Therapy for Insomnia (CBT-I) di Somnus Therapy melibatkan pekerja shift untuk berpartisipasi dalam studi tidur pada siang hari guna menjelaskan efek kerja malam pada pola tidurnya. 

Beberapa tes juga bisa dilakukan di rumah seperti tes apnea tidur. Ini membutuhkan lebih banyak usaha dari pihak peserta karena kita harus menerapkan sensor ke tubuh sendiri dan memastikan untuk menggunakan peralatan dengan tepat. 

Syarat mengikuti studi tidur

Jika kita pergi ke dokter dengan gejala tertentu dan perlu melakukan pemeriksaan tidur untuk mencari tahu apa yang salah, itulah tanda kita bisa mengikuti studi tidur

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved