Rabu, 27 Mei 2026

BENCANA ALAM

ANEH! Tanah Bergerak Sendiri, 6 Unit Rumah Milik Warga Rusak di Wilayah Kalbar

Ranah bergerak di Dusun Baru Belian, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Provinsi Kalimantan Barat ( Kalbar), enam unit rumah rusak

Tayang:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Istimewa
Enam unit rumah rusak akibat tanah bergerak di Dusun Baru Belian, Desa Tanjung Ria, Kecamatan Sepauk, Kabupaten Sintang, Kalbar. Kejadian tersebut terjadi pada Kamis, 18 Maret 2021, sekitar pukul 10.00 wib pagi. Kerusakan terparah rumah warga akibat pergerakan tanah, menyebabkan keretakan pada dinding, hingga ada yang terbelah. 

Biasanya, fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan bergerak secara perlahan.

“Sebenarnya fenomena ini bisa diamati oleh masyarakat terdampak. Biasanya muncul retakan-retakan kecil lama-lama muncul amblesan dan lama-lama makin besar,” jelas Adrin.

Tanah bergerak dengan tipe nenatan biasanya tidak terjadi tiba-tiba.

Sementara, fenomena tanah longsor yang terjadi dengan sangat cepat, adalah tanah bergerak dengan tipe luncuran.

VIDEO - Polsek Tambelan Bintan Tangkap 4 Nelayan asal Kalbar, Gegara Cari Ikan Gunakan Bahan Peledak

Fenomena tanah bergerak dengan tipe nendatan biasanya terjadi di daerah yang luas.

Daerah tersebut umumnya satu hingga beberapa kampung.

Adapun risiko fenomena yang terjadi umumnya adalah jalan atau rumah yang rusak.

Adrin mengatakan, berdasarkan pengamatannya, umumnya tanah bergerak di daerah-daerah yang banyak lahan basah seperti dekat persawahan, kolam, maupun daerah yang di bawahnya sungai.

Hal ini karena di beberapa sungai terdapat bebatuan yang sulit untuk tempat air merembes masuk sehingga air merambat naik, mengenai bagian lemah dan terjadilah tanah bergerak.

VIDEO - Polsek Tambelan Bintan Tangkap 4 Nelayan asal Kalbar, Gegara Cari Ikan Gunakan Bahan Peledak

Untuk kasus tanah bergerak dengan tipe nendatan yang merusak, Adrin menilai, relokasi adalah solusi yang tepat.

Permukiman penduduk sebaiknya dipindahkan ke lokasi atau daerah yang lebih aman atau stabil (berdasarkan hasil kajian geologi), tetapi mereka masih bisa bercocok tanam di lokasi yang lama.

“Karena tanah bergerak tipe ini acapkali terjadi secara berulang dalam kurun waktu beberapa tahun kemudian,” kata dia.

Adrin menyebutkan, tanah bergerak tipe nendatan semacam ini berbeda dengan liquifaksi. Liquifaksi terjadi karena adanya getaran gempa. (*)

BACA JUGA BERITA TERBARU TRIBUNBATAM.id di GOOGLE NEWS, klik di sini

Artikel ini telah tayang di tribunpontianak.co.id dengan judul BREAKING NEWS - Tanah Bergerak di Sepauk Sebabkan 6 Rumah Rusak, Retak Hingga Terbelah

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved