BATAM TERKINI
Lelang Kelola SPAM Batam Jadi Sorotan DPRD Batam, Uji Profesionalitas BP Batam
Pengelolaan SPAM Batam oleh PT Moya Indonesia selama masa transisi 6 bulan bakal berakhir pada 14 Mei 2021. Akan ada persaingan pada proses tender
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Pelaksanaan lelang pengelolaan Sistem Penyediaan Air Minum atau SPAM Batam terus jadi sorotan DPRD Batam.
Mereka meminta agar siapa pun pemenang tender untuk mengelola air bersih di Batam agar dapat memberi pelayanan maksimal kepada Warga Batam.
Tentu saja ini penting karena air bersih merupakan salah satu hal mendasar yang diperlukan Warga Batam.
Seperti diketahui, pengelolaan SPAM Batam oleh PT Moya Indonesia selama masa transisi 6 bulan bakal berakhir pada 14 Mei 2021.
Perhatian serius itu salah satunya disampaikan Wakil Ketua II DPRD Batam, Ruslan Ali Wasyim.
Menurut Ruslan, Badan Pengusahaan atau BP Batam harus mempertimbangkan beberapa hal terkait proses lelang nantinya.
Ruslan juga meminta validasi dan verifikasi terhadap calon peserta lelang harus dilakukan secara profesional.
Sebab, lanjut dia, kebutuhan akan air tak dapat dielakkan dalam kehidupan sehari-hari.
Baca juga: SPAM Batam Berikan Pelayanan Air Bersih Secara Optimal
Baca juga: ATB Pastikan Ikut Lelang Kelola Air Bersih di Batam, Bagaimana dengan PT Moya Indonesia?
"Ke depannya bagaimana? Jangan sampai masyarakat terkena imbasnya," ujar Ruslan, Kamis (18/3/2021).
Adu Kuat ATB dan PT Moya Indonesia?
Di masa transisi, pengelolaan air di Batam kini dipegang oleh Moya Group.
Masa transisi pelayanan air terjadi setelah selesainya kontrak BP Batam dengan PT Adhya Tirta Batam ( ATB).
Proses lelang pengelolaan air di Batam segera berlangsung.
Beberapa perusahaan dipastikan akan ikut tender, termasuk Moya dan ATB.
Lantas siapakah Moya Group?
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1211ruslan-ali-wasyim.jpg)