BERITA CHINA
Ngototnya China Kuasai 90 Persen Laut China Selatan, Tiongkok Jawab Tuduhan Filipina Soal 220 Kapal
Di Laut China Selatan Tiongkok baru saja diprotes Filipina karena dituduh mengerahkan 220 kapal yang dituding sebagai provokasi militer kawasan
TRIBUNBATAM.id - China secara sepihak mengklaim 90 persen kawasan di Laut China Selatan adalah miliknya.
Klaim sepihak itu sebenarnya telah ditolak pengadilan internasional pada tahun 2016, termasuk protes hampir semua negara Asia Tenggara.
Nyatanya China di bawah kendali Presiden Xi Jinping ngotot menduduki kawasan itu.
Bahkan Negeri Panda membangun pulau buatan lengkap dengan rudal, radar dan landasan pacu.
Beijing selalu berkilah, pulau itu mereka bangun hanya untuk tujuan mempertahankan wilayah mereka.
Tingkah China ini pula yang membuat Barat, terutama Amerika Serikat (AS) gerah.
AS yang menasbihkan diri sebagai polisi dunia menekan China dan membentuk koalisi yang kapan saja bisa membombardir China di lautan.
Baca juga: Bikin Rusuh di Laut China Selatan, Beijing Ketahuan Lakukan Hal Tak Terpuji di Laut China Timur
Atas klam sepihak China dan tekanan AS ke Beijing, membuat Laut China Selatan mirip meda perang.
Kapal perang koalisi AS kerap melintas di kawasan itu, yang menurut China melakukan provokasi.

Bersitegang dengan Filipina
Belum usai berselisih dengan negara-negara adidaya seperti AS dan Australia, China kembali menambah daftar panjang musuhnya.
Di Laut China Selatan, Tiongkok baru saja diprotes Filipina karena dituduh mengerahkan 220 kapal.
Kedutaan Besar China di Manila dalam keterangan tertulisnya menyebut klaim yang dilontarkan Filipina tak masuk akal.
Manila sebelumnya menyatakan pada Ahad (21/3/2021), 220 kapal dikemudikan milisi China dan terlihat di Karang Whitsun di 7 Maret.
Baca juga: CHINA Mimpi Kalahkan AS di Laut China Selatan, Joe Biden Punya Jurus Bungkam Xi Jinping
Kedutaan China berdalih 220 kapal yang dituduhkan Manila hanyalah kapal biasa dan baru kembali setelah menerjang ganasnya ombak.