Kamis, 30 April 2026

Pakar Geologi Angkat Bicara Soal Butiran Emas Muncul di Pesisir Pantai Maluku, Warga Ramai Mendulang

Ahli geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Dr Zain Tuakia angkat bicara soal fenomena munculnya emas di pesisir pantai Desa Ta

Tayang:
HO/ Kompas.com
Heboh Butiran Emas di Pesisir Pantai Maluku, Warga Ramai-ramai Mendulang 

AMBON, TRIBUNBATAM.id - Jagad dunia maya kini tengah dihebohkan kemunculan butiran emas di Pantai Desa Tamilow, Maluku.

Fenomena tersebut membuat warga berbondong-bondong mendulang emas di pesisir pantai.

Ahli geologi dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Ambon, Dr Zain Tuakia angkat bicara soal fenomena munculnya emas di pesisir pantai Desa Tamilow, Kecamatan Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, Provinsi Maluku.

Zain menjelaskan, secara umum emas berada di bawah bebatuan yang lebih keras, seperti bebatuan kuarsa atau malihan di wilayah pegunungan.

Zain yang juga menjabat sebagai Sekretaris Ikatan Ahli Geologi Indonesia Pengurus Daerah Maluku ini mengaku, penemuan emas dalam bentuk butiran yang lebih kecil di pesisir pantai Desa Tamilow itu terjadi karena adanya endapan plaser.

Menurut Zain, penemuan butiran-butiran emas di pesisir pantai Desa Tamilow itu mengindikasikan adanya endapan plaser yang terbentuk secara sekunder.

Baca juga: Setelah Gunung Emas di Kongo, Kini Heboh Emas Berserakan di Muara Sungai Loyain dan Tamilow Ambon

Baca juga: 3 Penambang Emas Tewas Dalam Lubang Galian, Padahal Baru Bikin Rumah Untuk Istri dan Anaknya

Biasanya penemuan emas di sungai atau pantai itu terjadi karena ada pengikisan di sumber endapan primer yang berada di dataran yang lebih tinggi.

"Memang kayak begini dia (emas) seperti butiran-butiran dia di endapan-endapan pasir di sungai pantai dan di kaki bukit jadi kalau endapan yang ini dia umumnya terbawa oleh air, biasanya kalau kita dapat di sini (pesisir pantai) biasanya kita mengindikasi atau mencurigai di atas pasti ada sumbernya, sumber secara primer contoh kayak kita dapat batu di kali itu dia hanyut dari gunung contohnya seperti itu," paparnya.

Menurut Zain, fenomena itu mungkin saja terjadi.

Mineral emas yang berada di bebatuan keras itu, kata Zain, terbentuk dari endapan primer.

"Itu dimungkinkan kalau ada sumbernya di atas (hulu). Jadi kalau misalnya di gunung ada (emas) kemunginan terkikis dan terbawa air ke bagian bawah, kalau tidak ada sumbernya pasti tidak ada," ungkap Zain kepada Kompas.com, Selasa (23/3/2021).

Namun, warga Desa Tamilow menemukan emas dalam bentuk butiran yang lebih kecil di pesisir pantai.

Endapan primer berbentuk butiran emas dalam bebatuan.

Endapan ini umumnya ditemukan di dalam batu kuarsa atau berupa mineral yang terbentuk akibat adanya proses magmatisme.

"Jadi di air ini hulunya intinya ada pengikisan lalu terbawa dan terendap di kali dan sebagainya, jadi kalau muara sungai sampai ke pantai maka akan sampai di pantai juga itu namanya tipe plaser jadi pembentukan secara sekunder dia berhubungan dengan endapan pasir di kali dan pantai," jelasnya.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved