Kamis, 21 Mei 2026

KEPRI TERKINI

Bank Indonesia Ungkap Kondisi Ekonomi Kepri, Serukan Pentingnya Sinergitas

BI Kepri berharap, pelantikan kepala daerah hasil Pilkada serentak dapat mengakselerasi realisasi belanja di daerah.

Tayang:
TRIBUNBATAM.ID/REBEKHA
Bank Indonesia Ungkap Kondisi Ekonomi Kepri, Tekankan Pentingnya Sinergitas. Foto Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Kepri, Musni Hardi K Atmaja. 

Penyediaan data dan kemitraan, serta mendorong pengembangan ekosistem ekonomi dan keuangan digital melalui digitalisasi UMKM dan Elektronifikasi Transaksi Pemda termasuk penggunaan QRIS," jelasnya.

Sementara laju inflasi Provinsi Kepri pada Februari 2021 tercatat sebesar 1,23 persen (yoy).

Kondisi lebih rendah dibanding bulan sebelumnya sebesar 1,67 persen (yoy) maupun inflasi Nasional sebesar 1,38 persen (yoy).

Penurunan inflasi tersebut sejalan dengan penurunan tekanan inflasi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya.

Sejalan dengan perbaikan perekonomian, inflasi pada tahun ini diperkirakan mengalami peningkatan namun masih terkendali di dalam kisaran sasaran inflasi 3 + 1 persen.

Upaya pengendalian inflasi oleh Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) akan terus dilakukan melalui implementasi strategi 4K (ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga dan komunikasi efektif).

Seiring dengan perbaikan ekonomi, kinerja perbankan di Kepri hingga triwulan IV 2020 masih terjaga, tercermin dari kredit yang membaik didukung risiko kredit yang terkendali.

SYARAT Peroleh Uang Bersambung BI di Kepri, Berikut Rincian Harganya. Foto tampilan salah satu uang bersambung yang disediakan oleh kPw BI Kepri.
SYARAT Peroleh Uang Bersambung BI di Kepri, Berikut Rincian Harganya. Foto tampilan salah satu uang bersambung yang disediakan oleh kPw BI Kepri. (TribunBatam.id/Istimewa)

Penyaluran kredit di Kepri (lokasi proyek) pada triwulan IV 2020 terkontraksi -3,51 persen (yoy), lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya, khususnya pada 2 lapangan usaha utama yaitu konstruksi serta perdagangan besar dan eceran.

Di sisi lain risiko kredit yang tercermin dari Non-Performing Loan (NPL) gross dapat dijaga pada level 4,38 persen (harga dan komunikasi efektif).

Transaksi tunai pun mengalami peningkatan seiring perbaikan ekonomi dengan meningkatnya netto penarikan uang kartal oleh perbankan.

"Di sisi lain, Bank Indonesia terus mendorong perkembangan ekosistem non-tunai antara lain dengan perluasan penggunaan QRIS dalam mendukung digitalisasi UMKM sehingga jumlah merchant QRIS di wilayah Provinsi Kepri meningkat 185,7 persen menjadi 57.132 merchant," sebutnya (*/TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang BI Kepri

Berita Tentang Berita Batam Hari Ini

Sumber: Tribun Batam
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved