Rabu, 13 Mei 2026

BINTAN TERKINI

Dongkrak Pariwisata Bintan saat Pandemi, Dispar Kepri Kampanye Sadar Wisata

Kampanye sadar wisata digelar Dispar Kepri bersama Komunitas Otomotif se-Kepri di Pantai Dugong Trikora KM 52 Bintan.

Tayang:
TribunBatam.id/Istimewa
Dongkrak Pariwisata Bintan saat Pandemi, Dispar Kepri Kampanye Sadar Wisata. Foto kegiatan bersih-bersih yang dilakukan di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021). 

BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Dinas Pariwisata atau Dispar Kepri kampanye sadar wisata dan sapta pesona bersama Komunitas Otomotif Se-Kepri di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepri, Sabtu (27/3/2021) kemarin.

Kepala Bidang Destinasi dan Pengembangan Industri Pariwisata Heri Sandi menuturkan,bahwa aksi Sapta Pesona diharapkan menciptakan masyarakat destinasi pariwisata aktif dan terlibat langsung dalam mewujudkan destinasi pariwisata yang mencerminkan nilai-nilai Sapta Pesona.

Gerakan sadar wisata bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat.

"Yakni aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah dan kenangan.

Khususnya masyarakat di sekitar destinasi pariwisata serta dilakukan kepada masyarakat yang dekat destinasi wisata," ucapnya.

Aksi bersih-bersih yang dilakukan di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021).
Aksi bersih-bersih yang dilakukan di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

Selain menjadi tuan rumah yang baik bagi wisatawan, kampanye sadar wisata ini diharapkan juga dapat mengajak warga berperan aktif dalam menciptakan iklim pariwisata yang kondusif.

"Dengan demikian, akan mendorong tumbuh kembang kegiatan kepariwisataan di daerah,"ungkapnya.

Sementara itu Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Wan Rudi menambahkan, bahwa kegiatan kampanye sadar wisata dan sapta pesona ini menurutnya sangatlah bermanfaat.

Sebab bisa menjaga kebersihan dan kelestarian tempat-tempat wisata yang memang harus di jaga bersama-sama.

Sambut Wisman Masuk Kepri

Pelaku usaha wisata mangrove di Bintan menyambut baik rencana dibukanya pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke wilayah Bintan, Kepri, 21 April 2021.

Hal ini disampaikan Iwan Winarto, seorang pelaku usaha pariwisata mangrove di Desa Pengudang.

"Kami menyambut baik, dan berharap Singapura dapat segera membuka pintu wisata ke Bintan," katanya, Jumat (26/3/2021).

Iwan menuturkan, rencana dibukanya pintu asing untuk kawasan Nongsa Batam dan Lagoi Bintan merupakan harapan untuk wisata di Bintan yang telah mati suri selama setahun terakhir ini.

Baca juga: Natuna Gencar Bangkitkan Pariwisata Akibat Pukulan Covid-19

Baca juga: Gubernur Kepri Optimis Pariwisata Bangkit Lagi, 2 Lokasi Siap Sambut Wisatawan

Aksi bersih-bersih yang dilakukan di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021).
Aksi bersih-bersih yang dilakukan di pesisir Pantai Dugong Trikora Km 52, Kabupaten Bintan, Sabtu (27/3/2021). (TribunBatam.id/Istimewa)

“Kami ikut pemerintah saja, kemarin tutup kami tutup juga. Tapi saat ini berbagai persiapan sudah dilakukan oleh pemerintah untuk persiapan pariwisata.

Mulai dari pelatihan protokol kesehatan dan juga vaksinasi,” ujarnya.

Iwan tetap optimistis membuka dan menjual destinasi wisata keindahan alam di tempat wisata mangrove atau hutan bakau di Bintan.

"Walaupun masuknya wisman ke Bintan akan dilokalisir ke beberapa hotel dan resor saja, tapi kami pelaku usaha lokal yakin jika hal itu berhasil, maka akan berdampak juga ke usaha wisata lokal," kata Iwan.

Ia melanjutkan, wisman sangat senang datang ke alam Bintan.

“Ya di sini (hutan mangrove) ada keindahan hutan, fauna seperti monyet, berang-berang, biawak, ular dan puluhan aneka burung yang pasti akan menarik wisman untuk datang,” tutupnya.

Siapkan Layanan GeNose

Sebelumnya diberitakan, pengelola wisata di Lagoi, Bintan menyiapkan sebanyak delapan alat pengecekan cepat covid-19, GeNose.

Persiapan ini dilakukan untuk menyambut rencana dibukanya pintu masuk wisatawan mancanegara (wisman) ke Lagoi pada 21 April mendatang.

GeNose akan dipasang dan diterapkan pada pintu masuk pelabuhan dan pintu masuk jalur darat.

"Untuk tarif sekali pengecekan covid-19 menggunakan Genose ditarif sekitar puluhan ribu Rupiah," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bintan, Wan Rudi Iskandar, Selasa (23/3/2021).

Wan Rudi juga menjelaskan, rencana pemerintah pusat ini sudah direspon pihak pengelola kawasan wisata di Lagoi.

“Tanggal 21 April itu sudah dalam rencana. Sejauh ini sudah ada 2 hotel yang khusus menerima tamu wisman yaitu Clubmed dan The Shancaya,” terangnya.

Ia melanjutkan, nantinya setiap kapasitas hotel dan transportasi akan diterapkan setengah dari kapasitas, kemudian untuk waktu lama menginap cukup panjang.

“Untuk wisman yang akan menginap seminggu atau dua minggu pasarnya ada," ungkapnya.

Wan Rudi menambahkan, di Kawasan wisata Lagoi juga sudah disediakan Laboratorium PCR.

Saat ini sedang dilakukan tahap sinkronisasi dengan sistem dan level laboratorium di Singapura. Sehingga nanti mengenai hasil laboratorium akan sama dan disetujui oleh Singapura.

“Sekarang sedang datang pihak dari Singapura untuk sinkronisasi alat PCR dengan Singapura,” ujarnya.(TribunBatam.id/Alfandi Simamora)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita Tentang Bintan

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved