Sabtu, 11 April 2026

Pesan Penting teroris di Balik Teror di Mabes Polri, Teroris Berani Mati Beraksi Sendiri

Tidak hanya menyampaikan pesan 'siap mati', seorang terduga teroris yang tewas diberondong peluru di Bareskrim Mabes Polri berani beraksi sendiri dan

Editor: Eko Setiawan
ist
Terduga teroris ditembak saat meneror Mabes Polri, Rabu (31/3/2021) 

TRIBUNBATAM.id |KEBAYORAN BARU - Aksi teroris di mabes Polri seolah memberikan sebuah pesan kepada polisi.

Sebab pelaku menggunakan senjata api dan datang ke Mabes Polri Sendirian.

Tanpa pengawalan dan bersama rekannya, pelaku berani menodongkan senjata.

Tidak hanya menyampaikan pesan 'siap mati', seorang terduga teroris yang tewas diberondong peluru di Bareskrim Mabes Polri, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan pada Rabu (31/3/2021) petang dianggap mengandung pesan mendalam.

Pesan itu disampaikan Pengamat Terorisme Universitas Indonesia (UI), Ridwan Habib berisi ajakan kepada teroris lelaki untuk kembali melakukan serangan susulan.

Baca juga: UIB Gandeng Kampus Luar, Gelar Konferensi Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Internasional

Baca juga: Sosok Johny Indo, Perampok yang Dicintai Rakyat Miskin, Insaf hingga Jadi Pendakwah

Baca juga: RAMALAN : 6 Shio Ini Kurang Beruntung Pada 31 Maret 2021, Macan Boros hingga Babi Niat Gagal

Mengingat pelaku terorisme diketahui berpakaian gamis dan berhijab panjang yang identik dengan perempuan.

"Sementara di JAD mereka juga memiliki anggota laki-laki. Nah ini yang akan menjadi permasalahan ketika para wanita lain juga terinspiorasi untuk melakukan hal yang sama," tambahnya.

Aksi terorisme tersbut dianggapnya sangat serius.

Sebab, walau tidak ada korban jiwa pada kubu aparat Kepolisian, serangan tersebut dikhawatirkan menginspirasi jaringan teroris lainnya untuk melancarkan teror. 

"Jadi ini adalah serang yang sangat serius. Walau tidak ada korban, tetapi secara psikologis ini sangat berbahaya, karena pertama simbolnya langsung ke Mabes Polri, cuma 100 meter dari ruang kerja Kapolri, kemudian simbol yang kedua ini dilakukan oleh wanita dan menggunakan senjata," papar Ridwan Habib.

"Inspirasi-inspirasi ini yang kita khawatirkan akan ditiru oleh jaringan-jaringan mereka yang menonton tayangan ini," jelasnya. 

Pesan Khusus Dalam Aksi Bunuh Diri

Menurutnya, seorang terduga teroris yang tewas diberondong aparat bukan tengah melakukan serangan, tetapi mengirimkan pesan kepada Polri.

Pesan tersebut menegaskan para terduga teroris sudah siap mati dalam melaksanakan aksinya.

Sebab, sebelum melakukan aksinya, seorang teroris diungkapkannya pasti sudah menimbang seluruh resiko yang akan ditrerima ketika melancarkan aksinya.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved