HUMAN INTEREST
Punya Lahan Terbatas, Purwadi Sukses Tanam Cabai Hijau, Hasil Panen Capai 1 Ton Lebih
Purwadi belajar autodidak untuk menambah pengetahuannya soal bercocok tanam cabai. Dari situ ia menanam cabai hingga sudah beberapa kali panen
Penulis: Alfandi Simamora | Editor: Dewi Haryati
BINTAN, TRIBUNBINTAN.com - Kerja keras dan ketekunan dalam berusaha tidak akan menghianati hasil yang akan didapatkan.
Kata-kata ini mungkin pantas dinobatkan kepada Purwadi (35), warga Kampung Sei Jeram, Desa Lancang Kuning, Kecamatan Bintan Utara.
Pasalnya, walaupun tidak memiliki pengetahuan lebih perihal bercocok tanam cabai, dan punya modal terbatas, Purwadi mampu menghasilkan lebih dari 1 ton cabai dari lahan yang hanya berukuran 20x20 meter persegi.
Di lahan yang terbilang kecil itu, Purwadi mengembangkan cabai hijau.
Ia pun memanfaatkan kemajuan teknologi untuk belajar secara autotidak melalui Youtube untuk menambah pengetahuan dan pengalaman dalam bercocok tanam cabai.
Baca juga: Kisah Bos Agen Travel di Batam Bagi-bagi Rezeki Teh Tarik di Tengah Pandemi Covid19
Baca juga: Kisah Syafitra Jadi Pengusaha Madu di Bintan, Belajar Autodidak dari YouTube
Adapun bibit tanaman didapat dari bibit cabai hijau yang dibeli di pasaran.
Dengan keuletannya, Purwadi membuat bibit cabai sendiri kemudian ditanam.
Di usia tanamnya 4 bulan 10 hari, bibit cabai itu sudah menghasilkan cabai hijau yang berkualitas baik dan lumayan.
"Ya ini sudah panen lebih 1 ton, sudah panen ke 10 kali. Kalau panen perdananya bahkan sampai 200 kg sekali petik.
Saat itu harganya saya lepas Rp 45 ribu per kg, kalau sekarang hanya Rp 25 ribu saja,” ucap pria yang sudah berumah tangga ini.
Menurutnya, jumlah 1 ton hasil panen cabai hijaunya itu akan bertambah. Sebab saat ini pohon cabai miliknya masih produktif dan mampu menghasilkan 1 kwintal dalam sekali panen.
Saat ditanya apa rahasia menanam cabai hijau yang dilakoninya, pria yang suka senyum ini hanya menjawab dengan pemberian pupuk NPK dan juga kohe ayam.
Hanya saja ada pupuk cair tambahan yang ia racik sendiri dengan pengalaman yang dimiliki selama ini.
"Sebenarnya intinya ulet saja dalam bercocok tanam cabai hijau ini. Memang pupuk penting tapi kan itu penunjang. Kalau cuaca juga memiliki pengaruh kepada tanaman. Kalau hujan panas ya harus kita siram ulang dengan air lebih banyak.
Kalau panas terus juga airnya tidak boleh kurang,” paparnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/3103petani-cabai-di-bintan-purwadi.jpg)