BERITA CHINA
Selama Ada AS Ambisi China Pimpin Dunia Sulit Tercapai, Joe Biden Bahkan Pastikan Itu Tak Terjadi
Ambisi Xi Jinping yang ingin menjadikan China sebagai negara yang terkuat, terkaya dan menjadi pemimpin dunia sepertinya tak akan mudah didapat
TRIBUNBATAM.id - Ambisi Xi Jinping yang ingin menjadikan China sebagai negara yang terkuat, terkaya, dan menjadi pemimpin dunia sepertinya tak akan mudah didapat.
Negeri Paman Sam yang kini di bawah komando Joe Biden memastikan, ambisi Beijing tak akan bisa diraih selama ia masih menjabat.
Joe Biden mangatakan Amerika Serikat (AS) akan terus berkembang.
Selama ini AS dikenal sebagai negara super power dan mengklaim diri sebagai "polisi dunia".

AS mengintervensi sejumlah kebijakan negara hingga menerjunkan kekuatan militernya di beberapa kawasan.
Dan China adalah satu-satunya negara yang secara langsung berani melawan dominasi AS selama beberapa dekade.
Baca juga: Xi Jinping Balas Dendam ke Barat, Perusahaan Swedia Kena Imbas Tak Bisa Lagi Beroperasi di China
Baca juga: Ngototnya China Kuasai 90 Persen Laut China Selatan, Tiongkok Jawab Tuduhan Filipina Soal 220 Kapal
"Saya pastikan itu tak akan terjadi selama saya menjabat, karena AS akan terus berkembang," tegasnya.
Presiden ke-46 AS itu menegaskan, dirinya tidak ingin membuat konfrontasi langsung dengan Negeri Panda.
Meski begitu, dia menghendaki Beijing bisa mematuhi aturan internasional dalam hal kompetisi dan perdagangan yang adil, maupun penghormatan atas HAM.

Dalam konferensi pers pertamanya sebagai presiden, Biden berujar dia sudah mempelejari Presiden China Xi Jinping selama jadi wakil Barack Obama.
Dari pertemuan itu, presiden 78 tahun tersebut menyadari Xi memercayai otokrasi, bukan demokrasi, yang harus diterapkan di muka Bumi ini.
Biden menyatakan, China sudah berkeinginan menjadi negara terkaya, paling kuat dan pemimpin dunia.
Presiden dari Partai Demokrat itu kemudian membandingkan Xi Jinping dengan Presiden Rusia Vladimir Putin.
Joe Biden menyatakan, Xi dan Putin sama-sama berkeyakinan otokrasi merupakan masa depan dunia ini.
Baca juga: WADUH, China Jiplak Alutsista Amerika? Karyawan Boeing Dihukum Jual Detail C-17 Tahun 2009
Baca juga: CHINA Tak Bisa Mengelak Lagi! Peneliti WHO Bongkar Hasil Terbaru Investigasi Asal Usul Virus Corona
Kebetulan dalam wawancaranya dengan ABC, Biden sempat menyebut Putin sebagai "pembunuh", yang menuai kemarahan di Moskwa.