BERITA POPULER
Berita Populer Kepri, Jennefer The Voice Kids Indonesia Asal Batam hingga Pernikahan Dini
Ada beberapa kejadian di Kepri menarik pembaca Tribun Batam, Jumat (2/4). Di antaranta Jennefer The Voice Kids Indonesia suka musik sejak balita
KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Berita populer Kepri hari ini, Jumat (2/4/2021), Jennefer Valentine Siregar, Peserta The Voice Kids Indonesia Asal Batam, Suka Musik Sejak Balita.
Kemudian, Wakil Wali Kota Batam Pulang Kampung ke Lingga, Kagumi Sanggar Seni di Sungai Buluh.
Berikutnya, Pernikahan Dini di Batam, Terbongkar saat Si Istri Buat Laporan ke Polsek Sagulung.
Beberapa kejadian di Kepri, termasuk Batam menarik perhatian pembaca.
TRIBUNBATAM.id merangkum beberapa berita populer sebagai berikut:
1. Jennefer Valentine Siregar, Peserta The Voice Kids Indonesia Asal Batam, Suka Musik Sejak Balita
Jennefer Valentine Siregar, remaja berusia 13 tahun kini menjadi satu-satunya peserta ajang The Voice Kids Indonesia dari Batam, Kepulauan Riau.
Jennefer berhasil lolos babak semifinal dan berhasil menyingkirkan ribuan peserta yang sudah tereliminasi dari audisi.
Saat ini, tinggal 12 peserta lagi yang akan bertanding merebut juara 1 The Voice tahun 2021.
Remaja kelahiran 23 Februari 2008 tersebut mengaku sejak berumur 3 tahun sudah menyukai musik, dan suka bernyanyi.
“Saya sejak umur 6 tahun sudah ngikut les dan belajar piano kak,” ujar Jennefer saat di hubungi Tribun Batam via telepon Whatshaap, Kamis, ( 1/4/2021).
Kini dia tercatat sebagai siswa kelas 8 Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 29 Batam.
Keseharianya di sekolah ia merupakan anak sangat baik dan ramah baik dimata guru-guru hingga teman sekelasnya.
Anak pertama dari pasangan Mariana dan Robin Junianto Siregar ini merupakan siswi Multitalent selain jago bernyanyi ia juga selalu juara kelas baik saat masih bersekolah di Sekolah Dasar (SD) hingga di SMP N 29 Batam.
Jennefer saat ini berdomisili di Perumahan Tering Raya Blok D2 nomor 5, RT 03, RW 18, Kota Batam, Kepri.
Selain di sekolah Jennefer juga terkenal aktif bersosialisasi dengan masyarakat Perumahan Tering Raya.
Ia sering mengikuti lomba bernyanyi baik di lingkungan tempat tinggalnya maupun antar kecamatan di Kota Batam.
“Hingga saat ini sudah puluhan bahkan ratusan serta penghargaan seperti piala yang saya dapatkan kak, juaranya pun bervariasi ada yang juara 1, 2 hingga juara 3 perna saya rasakan,” ujar Jennefer.
Dari berbagai perlombaan nyanyi yang ia ikuti selama ini, menurutnya salah satu ajang perlombaan yang bernama swara DC yang paling membuatnya senang dan berkesan karena pada saat perlombaan tersebut Jennefer bersaing bukan dengan anak seusianya melainkan berlombah dengan orang dewasa.
Dan ia berhasil mendapatkan juara 3 untuk semua kalangan.
Jennefer bukan berasal dari orang berada, ia merupakan anak dari keluarga sederhana.
Ayahnya bekerja di salah satu perusahaan swasta sedangkan ibunya merupakan seorang penjual minuman Yakult di salah satu pasar yang ada di kota Batam.
Malam ini Jennefer akan melanjutkan perlombaan untuk masuk ke babak berikutnya yakni babak 6 besar, ia memohon dukungan dari masyarakat Kota Batam dan Kepri agar bisa masuk ke babak Final.
“Halo warga Kepri terkhusus Batam dukung Jennefer biar lolos kebabak final dengan cara vote melalui download aplikasi RCTI+ gratis 10 vote setiap hari dan berbayar di aplikasi spin, jangan lupa nonton ya di GTV Kamis (1/4/2021) pukul 18.30 WIB,” ajak Jennefer.
2. Wakil Wali Kota Batam Pulang Kampung ke Lingga, Kagumi Sanggar Seni di Sungai Buluh
Wakil Wali Kota Batam, Amsakar Achmad pulang kampung ke Lingga.
Bersama sang istri Erlita Sari, Amsakar Achmad mengunjungi Desa Sungai Buluh, Kecamatan Singkep Barat, yang merupakan tempat kelahirannya itu.
Kamis (1/4/2021) malam, Amsakar Achmad didampingi Erlita Sari Amsakar mengunjungi salah satu usaha milik Sanggar Seni Diram Perkase, Sungai Buluh yang berlokasi di Pantai Pane.
Ia juga bersama rombongan, di antaranya para perangkat Desa Sungai Buluh, Tokoh Masyarakat, Tokoh agama yang sekaligus merupakan sahabat lamanya itu.
Kedatangan Wakil Wali Kota Batam ini disambut hangat oleh Ketua, Sutradara, maupun anggota Sanggar Seni Diram Perkase, yang telah mempersiapkan hal dengan sederhana untuk menyambut tamu istimewa itu.
Terlihat berbagai obrolan dan senda gurau Amasakar Achmad saat berkesempatan untuk ngopi bareng bersama teman lamanya.
Ia bersama istri juga menyempatkan menyumbangkan beberapa buah lagu di panggung Karaoke milik Usaha Sanggar Seni Diram Perkase itu, dengan menyapa ramah masyarakat di atas panggung.
Tidak hanya itu, ia juga membacakan sebuah bait puisi yang khas dengan bahasa Melayu.
Amsakar Achmad mengungkapkan, bahwa ia sering kali melihat karya-karya atau aktivitas dari Sanggar Seni Diram Perkase lewat YouTube atau Facebook.
Mulai dari drama bangsawan Melayu, cerita rakyat Melayu, maupun kesenian musik Sanggar Seni di Desa Sungai Buluh itu.
Amsakar Achmad memberikan apresiasi kepada Sanggar Seni Diram Perkase, lewat dari karya seni, sanggar itu juga membangun sebuah usaha dengan nama 'Warung Diram Perkase' yang dijalankan oleh pemuda-pemuda yang merupakan anggota dari Sanggar Seni itu.
Baca juga: Duh, Wakil Bupati Lingga Temukan Banyak Kursi Kosong di Kantor, Pegawainya Kemana?
Baca juga: Berkantor di Dinas Pariwisata, Bupati Lingga Minta Tambahan Pemandu Lokal para Turis
Ia juga memberikan beberapa masukan kepada Sanggar Seni Diram Perkase, agar usahanya berjalan baik dan karya-karyanya selalu diminati.
"Yang paling penting kegiatan Sanggar Seni ini harus berjalan rutin dan selalu mengekspos aktivitasnya keluar," kata Amsakar Achmad kepada TribunBatam.id, Kamis malam itu.
"Menurut saya penyanyi-penyanyi mudanya handal semua, lagu yang dibawakan juga terbilang berat," sambungnya.
Ia mengatakan, bahwa Sanggar Seni Diram Perkase harus sering membuat event, dengan memberikan variasi pada usahanya itu.
Ia juga berharap, dengan karya-karya itu Sanggar Seni Diram Perkase bisa menggali dan membangkitkan nilai-nilai tradisi, adat dan Kebudayaan Melayu.
"Barangkali lebih tambahkan alat musik lain seperti gitar atau keyboard.
Terus juga kalau bisa bangun panggung puisi dan jalankan aktivitas seni lain, yang memperkaya kegiatan usaha ini.
Saya terus terang bahagia sekali, karena ada juga potensi Bisnis yang dikelola oleh adik-adik kita ini.
Menurut saya, tempat yang letaknya di pantai ini, merupakan tempat yang paling prospek untuk usaha ini," tutur pria 52 tahun itu.
Amsakar Achmad juga berpesan kepada pengungurus yang sebagian besarnya merupakan pemuda, untuk selalu solid dan tetap kompak, agar usahanya itu berjalan baik.
"Jangan sampai berselisih paham. Ketika ada masalah, bawa ke orang tua kita dan bisa didudukan kembali.
Teruslah berkarya, karena karya itu abadi," pesan Amsakar.
Menanggapi hal itu, Ketua Sanggar Seni Diram Perkase, Bastiar mengucapkan terima kasih, karena Amasakar Achmad didampingi istrinya berkesempatan hadir di warung milik Sanggar Seni Diram Perkase itu.
Bastiar menyebutkan, bahwa pengurus Sanggar Seni Diram Perkase sendiri terdiri dari 52 orang, sebagian besarnya merupakan pemuda dan juga senior-seniornya.
"Alhamdulillah, kami di sini merasa senang ketika hadir Wakil Wali Kota Batam di Warung Diram Perkase ini.
Yang ikut berpartisipasi dalam usaha warung ini berjumlah 27 orang, yang ikut berkerja sama.
Terima kasih atas nasehatnya, Insya Allah untuk kedepan kami akan membangkitkan adat dan budaya kami," ucapnya.
3. Pernikahan Dini di Batam, Terbongkar saat Si Istri Buat Laporan ke Polsek Sagulung
Menikah bukan hanya persoalan cinta antara dua orang.
Lebih jauh banyak pertimbangan lainnya untuk menikah.
Di antaranya menyangkut sisi usia mempelai laki-laki dan perempuan, dan kesiapan lainnya.
Karena itu negara pun sudah mengatur batas usia minimal orang menikah.
Di aturan terbarunya, yakni Undang-undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan, batas usia perkawinan untuk perempuan dan laki-laki kini 19 tahun.
Kejadian di Batam, pasangan keluarga muda di Sagulung berurusan dengan polisi.
Si istri, Cr yang berusia 15 tahun, bersama orang tuanya, melaporkan suaminya, As (19) ke Polsek Sagulung karena melakukan pemukulan terhadap Cr.
Diketahui, antara Cr dan As sudah menikah selama 1 tahun dan belum memiliki keturunan.
Keduanya menikah di bawah tangan. As dan Cr menikah di hadapan orangtua bukan di Kantor Urusan Agama (KUA).
Lantaran saat itu Cr, istri As belum cukup umur untuk menikah.
Kapolsek Sagulung AKP Yusriadi Yusuf melalui Kanitreskrim Polsek Sagulung Iptu Muharka menjelaskan, selama ini tidak ada yang tahu bahwa Cr masih di bawah umur.
"Yang tahu itu hanya orang tua korban," kata Muharka.
Ia melanjutkan, Cr melaporkan suaminya ke polisi karena As melakukan pemukulan.
"Akhir-akhir ini As tidak bekerja. Jadi Cr sering memarahinya. Ya masalah keluargalah," kata Muharka.
Dari pengakuan si suami kepada polisi, karena As terus dimarahi Cr, As melakukan pemukulan terhadap istrinya.
Muharka menjelaskan dari hasil visum yang diterima Polsek Sangulung, Cr mengalami luka memar di bagian kepala dan leher.
"Kejadiannya Selasa (30/3/2021) lalu," kata Muharka.
Muharka menjelaskan As sudah mengakui perbuatannya.
"Ia tersulut emosi karena memang Cr sering membentaknya dengan kata-kata yang kasar. Hingga kini, kami masih menginterogasi As," kata Muharka.
(tribunbatam.id/Ronnye Lodo Laleng/Febriyuanda/Pertanian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Berita Kepri Hari Ini
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/berita-populer-tribunbatamid-yang-banyak-dibaca.jpg)