Sabtu, 18 April 2026

TRIBUN WIKI

Inilah Negara Paling Tidak Religius di Dunia, Sembah Alam hingga Bicara dengan Pohon

Inilah Negara Paling Tidak Religius di Dunia, Sembah Alam hingga Bicara dengan Pohon

ESTONIA
NEGARA - Inilah Negara Paling Tidak Religius di Dunia, Sembah Alam hingga Bicara dengan Pohon. FOTO: ESTONIA 

Hal itu menjadi tren yang terlihat di setiap tingkatan masyarakat.

Di sekolah-sekolah, agama tidak ditonjolkan sebagai kurikulum pendidikan.

Dalam pelajaran sejarah, anak muda Estonia belajar tentang gelombang invasi yang dipimpin oleh Jerman dan Denmark, yang membawa agama Kristen ke negara itu.

Agama kemudian dilihat sebagai keyakinan para penjajah, yang ditolak oleh mayoritas.

"Saya pikir salah satu alasan utama mengapa kita saat ini dapat berbicara tentang Estonia sebagai masyarakat sekuler adalah karena identitas nasional dan agama tidak tumpang tindih," kata Ringo Ringvee, penasihat di departemen urusan agama Estonia.

Masalah lainnya adalah bahasa. Banyak orang Estonia yang tidak memahami misionaris asing yang datang untuk menyampaikan kotbah kepada mereka.

Selama hampir seluruh masa pemerintahan Soviet, yang berakhir pada 1991, ibadat umum tidak dianjurkan.

Sementara, di negara-negara bekas Soviet lainnya ada kebangkitan langsung agama Kristen pada titik kemerdekaan, di Estonia itu tidak pernah benar-benar terjadi.

Namun, itu tidak berarti orang Estonia sama sekali tidak percaya pada apapun.

Baca juga: 5 Negara Termiskin di Dunia Sepanjang Tahun 2020, Hidup Prihatin dan Kelaparan

Baca juga: 5 Negara Terkecil di Dunia, Luasnya Lebih Sempit dari Batam

Baca juga: 8 Negara Terlilit Utang Besar ke China dan Terancam Bangkrut, Termasuk Indonesia?

Pemuja alam

Sekitar 300 kilometer dari Tallinn, menuju hutan, terdapat sekelompok pecinta alam yang mengarah pada penyembah alam.

"Kami pagan," kata Aigar Piho, ayah dari 8 anak dari desa Rouge di Estonia selatan.

Duduk di atas batang kayu di pembukaan hutan, dia memberitahu, "Tuhan kami ada di alam. Anda harus meluangkan waktu, duduk dan mendengarkan."

Seperti banyak orang Estonia, Aigar bersifat spiritual.

Dia mendefinisikan agamanya sebagai Maausk, yaitu suatu bentuk spiritualitas alam Estonia, di mana pohon dan bumi adalah benda berharga yang memiliki kekuatan.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved