Minggu, 10 Mei 2026

Daftar 8 Objek Wisata di Tanjungpinang yang Bakal Disulap Gubernur Kepri Jadi Andalan

Di tempat kuliner Akau Potong Lembu, Ansar Ahmad berencana menjadikannya bukan hanya untuk turis mancanegara tapi juga untuk turis luar daerah Kepri

Tayang:
Editor: Dewi Haryati
Tribun Batam/M Ikhwan
Sejumlah wisatawan mengunjungi Vihara Patung Seribu di Tanjungpinang, beberapa waktu lalu. Setidaknya ada 8 objek wisata di Tanjungpinang yang bakal disulap Gubernur Kepri Jadi Andalan 

KEPRI, TRIBUNBATAM.id - Pasca dilantik sebagai Gubernur Kepri, Ansar Ahmad bergerak cepat untuk mengoptimalkan apa yang sudah dimiliki Kepri saat ini untuk lebih baik lagi kedepannya.

Itu dilakukan untuk mendongkrak ekonomi Kepri, apalagi di tengah pandemi covid-19 saat ini.

Di antara cara itu, lewat pariwisata.

Ansar sudah punya ancang-ancang akan menjadikan sejumlah objek wisata di Tanjungpinang yang juga Ibu Kota Kepri sebagai andalan pariwisata.

Setidaknya ada delapan objek wisata.

Sabtu (3/4/2021), Ansar Ahmad meninjau beberapa objek wisata itu.

Pantauan Tribunbatam.id, meski berpeluh keringat, Ansar tetap antusias berjalan kaki mengitari kawasan Pasar Kota Lama Jalan Merdeka hingga Gereja Ayam GPIB Kota Tanjungpinang.

Ansar mengatakan, peninjauan objek-objek tersebut merupakan langkah awal perubahan dan akan dijadikan andalan pariwisata Kota Tanjungpinang.

"Hari ini ada delapan objek yang akan kita tinjau, tadi kita sudah mulai dari kawasan Pulau Penyengat. Ini kita lihat Kawasan Pusat Kota Lama dan akan kita poles nanti sama-sama.

Kemudian kita akan ke Gereja Ayam. Nanti akan kita coba jadikan tempat ibadah kunjungan bagi turis mancanegara juga yang ingin melakukan misa," ujar Ansar.

Baca juga: Gubernur Kepri Minta Warga Tak Lengah, Ansar Ahmad: Bersama Cegah Covid-19

Baca juga: Siap Wujudkan Visinya, Gubernur Kepri Ansar Ahmad Gelar Konsultasi Publik Ranwal RPJMD

Adapun delapan objek yang akan dijadikan andalan wisata Kota Tanjungpinang yaitu, Pulau Penyengat, Pusat Kota Lama, Gereja Ayam GPIB, Tempat Kuliner Akau Potong Lembu, Makam Daeng Celak dan Daeng Marewah, Vihara dan Pelantar Senggarang, Patung Seribu Kijang serta Desa Wisata Sei Enam.

"Tempat kuliner akau potong lembu itu juga akan kita siapkan bukan hanya untuk turis mancanegara tapi juga turis luar daerah Kepri.

Kita akui namanya memang sudah populer, hanya perlu kita poles lagi. Kita mau jadikan itu kawasan makan khas lama," ujarnya.

Untuk kawasan objek wisata Patung Seribu, pihaknya masih akan menyasar terobosan baru yang bisa meningkatkan kunjungan masyarakat maupun turis mancanegara.

"Kita akan sasar dan coba lihat objek-objek apa yang bisa kita tambah di situ. Ada lagi Kawasan Pemakaman Daeng Celak dan Daeng Marewah, untuk ini konsepnya berbeda. Kita nanti akan coba bahas bersama tokoh sejarah kita,"

"Saya ingin di situ nanti ada kawasan-kawasan baru seperti taman burung, kawasan hiburan edukasi. Prinsipnya kita undang masyarakat berwisata ke situ. Kita dorong mereka lakukan wisata sejarah, artinya ada transformasi sejarah ke generasi kita," kata Ansar.

Ansar menyebutkan akan mendorong upaya realisasi pembangunan tersebut melalui anggaran bantuan pemerintah pusat secara bertahap.

"Cuma kalau saya hitung-hitung, perkiraan anggarannya tidak sedikit maka kita akan buat secara bertahap. Di pusat itu yang penting ada DED. Kalau kita butuh pembebasan lahan kita harus bebaskan, supaya orang punya daya tarik datang ke Tanjungpinang ini," terangnya.

Ditanyakan, berapa perkiraan anggaran sementara yang dibutuhkan?

"Oh belum bisa, terkait pendanaannya baru kita catat dan akan disusun dulu lalu dibahas dalam rapat, supaya nanti kalau biaya penganggaran konsultannya sesuai dengan ruang lingkup atau pun item-item yang akan dikerjakan," ujarnya.

Kalah Populer dari Batam

Sebelumnya diberitakan, Gubernur Kepulauan Riau (Kepri) Ansar Ahmad menunjukkan keseriusannnya terhadap rencana pembangunan infrastruktur sarana dan prasarana yang ada di Tanjungpinang.

Saat ini menurut Ansar, Kota Tanjungpinang belum menunjukkan statusnya sebagai sebuah ibu kota dari Provinsi Kepri. Menurutnya Tanjungpinang saat ini masih kalah pamor dengan Batam di kacamata masyarakat Indonesia pada umumnya.

“Tanjungpinang ini selalu kalah populer dari Batam. Orang mana saja ketika ditanya soal Kepri selalu dijawab Kota Batam. Padahal ibu kotanya itu Tanjungpinang.

Apalagi yang paling membuat saya prihatin itu banyak sekali orang luar yang selalu tertukar antara Kota Tanjungpinang dengan Pangkalpinang di Bangka Belitung.

Kita harus bisa membuat Tanjungpinang ini memiliki pride sebagai ibu kota Provinsi,” ujarnya, Jumat (26/3/2021).

Ansar menilai, Tanjungpinang memiliki banyak branding yang bagus. Tapi hal itu tidak diimbangi dengan perkembangan infrastruktur yang menjadi salah satu standar utama dari penilaian kota yang bagus.

“Tanjungpinang ini punya banyak julukan yang bagus dan elok, Kota Gurindam, Kota Pantun, Pulau Perdamaian Dunia di Penyengat. Julukan dan branding yang sudah dimiliki Tanjungpinang ini kalau diimbangi dengan infrastruktur kota yang rancak, pasti menaikkan nilai gengsi kita sebagai Ibu Kota Provinsi,” ucap Ansar kembali.

Maka dari itu, Ansar berencana untuk merevitalisasi beberapa objek-objek terkenal yang ada di Tanjungpinang. Salah satunya dalah pusat kuliner Akau Potong Lembu.

Ansar melihat Akau Potong Lembu yang sekarang membutuhkan penataan dan revitalisasi guna membuat kawasan itu tampak lebih rapi dan indah.

“Nantinya Akau Potong Lembu kita desain ulang. Para penjual makanan di situ kita tata kembali tempat-tempatnya agar teratur. Malam hari mesti kita gemerlapkan di situ juga toko-toko yang berdekatan dengan akau kita yang bantu mengecatnya supaya kawasan itu lebih bersih lebih hidup.

Kita biarkan tempatnya tetap terbuka seperti itu,” paparnya.

Mantan Bupati Bintan ini juga menginginkan salah satu ikon Kota Tanjungpinang yang selama ini kurang mendapatkan pamornya yaitu Gereja Ayam untuk dipercantik kembali.

Ia mempunyai visi ke depan agar Gereja Ayam nantinya bisa dijadikan tempat misa dan beribadah bagi turis-turis asing yang berkunjung ke Bintan dan Tanjungpinang.

“Nanti kita bersama-sama berkunjung ke Gereja Ayam sambil kita membawa konsultan yang mengerti bagaimana menghidupkan lagi tempat bersejarah ini.

Kita poles dan kemas sedemikian rupa agar turis-turis Kristiani mempunyai minat datang ke sana kita buat juga sejarah dan sinopsinya gereja ayam tersebut,” lanjut Ansar.

Kota lama Tanjungpinang atau Jalan Merdeka dan sekitarnya pun tak luput dari rencana revitalisasi yang digagasnya.

Ia mengaku terinsiprasi dari Kota Melaka di Malaysia yang sukses membuat kota lama mereka menjadi cantik dan indah, sehingga mempunyai daya tarik tersendiri bagi masyarakat luar.

Hal lain, Ansar menaruh perhatian khusus terhadap rencana pembangunan flyover di pintu masuk Pusat Pemerintahan di Dompak. Ia meminta kepada Dinas PUPR agar segera menyiapkan DED (Detail Engineering Design) flyover itu guna menggesa terealisasinya proyek tersebut.

“Kita harus segera siapkan segala kebutuhan terkait pembangunan flyover di pintu masuk Dompak itu, DED dan pembebasan lahannya harus dikaji dan diteliti. Sehingga tahun depan 2022 kita sudah bisa memulai untuk membangun flyover,” pinta Ansar.

Bahkan menurut Ansar, ia nanti siap mengundang Menteri PUPR Basuki Hadimuljono untuk datang ke Kota Tanjungpinang guna meyakinkan pemerintah pusat membantu pendanaan pembangunan proyek-proyek infrastruktur di Tanjungpinang.

“Kemungkinan habis lebaran nanti saya mau membawa Pak Basuki ke Tanjungpinang agar beliau melihat rencana-rencana proyek pembangunan di Ibu Kota ini seperti Taman Gurindam itu, Flyover Basuki Rahmat, dan pelebaran beberapa jalan yang ada di Tanjungpinang,” jelas Ansar.

Ia menekankan, kunci untuk pemerintah daerah meyakinkan pemerintah pusat agar mau membantu pembangunan di daerah adalah dengan pengerjaan yang serius dan menunjukkan hasil yang nyata. Sehingga kedepannya pemerintah pusat tidak sungkan lagi mau mengucurkan dana pusat ke daerah.

“Waktu kita itu tidak banyak kita harus bergerak cepat. Sebenarnya mau membujuk pemerintah pusat itu mudah, kita buktikan ke mereka kalau kita serius dan tidak membuang kesempatan yang sudah diberikan ke kita. Jangan nanti pemerintah pusat sudah memberi lampu hijau dan infrastrukturnya sudah jadi, malah kita biarkan saja dan kita tidak rawat. Bagaimana kita mau meyakinkan pemerintah pusat nantinya,”pesannya.

(Tribunbatam.id/Noven Simanjuntak/Endra Kaputra)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Berita Kepri Hari Ini

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved