Breaking News:

RAMADHAN 2021

Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia

Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia

ISTIMEWA
RAMADHAN 2021 - Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia. FOTO: SANTRI PAKAI SARUNG 

Sarung juga dikenal dengan nama izaar, wazaar atau ma’awis.

Penggunaan sarung telah meluas, tak hanya di Semenanjung Arab, namun juga mencapai Asia Selatan, Asia Tenggara, Afrika, hingga Amerika dan Eropa.

Sarung pertama kali masuk ke Indonesia pada abad ke 14, dibawa oleh para saudagar Arab dan Gujarat.

Penggunaan Sarung di Indonesia

Sarung dipakai oleh orang-orang tua.
Sarung dipakai oleh orang-orang tua. (bangkapos.com)

Awalnya sarung diterima dan dipakai umat muslin yang berada di esisir pantai, dalam perkembangan berikutnya sarung di Indonesia identik dengan kebudayaan Islam.

Walaupun sarung tidak asli dari Indonesia, akan tetapi sarung sangat identik dengan muslim yang ada di Indonesia.

Bahkan sarung menjadi bagian sejarah dari perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah.

Kaum santri merupakan masyarakat yang paling konsisten menggunakan sarung, sedangkan kaum nasionalis abangan hampir meninggalkan sarung. Pada zaman penjajahan Belanda, sarung identik dengan perjuangan bangsa Indonesia melawan budaya barat yang dibawa oleh para penjajah.

Sikap konsisten penggunaan sarung juga dijalankan oleh salah seorang pejuang yaitu KH Abdul Wahab Hasbullah, seorang tokoh penting di Nahdhatul Ulama (NU).

KH Abdul Wahab Hasbullah

Suatu ketika, beliau pernah diundang Presiden Soekarno.

Protokol kepresidenan memintanya untuk berpakaian lengkap dengan jas dan dasi.

Namun, saat menghadiri upacara kenegaraan, ia datang menggunakan jas tetapi bawahannya sarung.

Padahal biasanya orang mengenakan jas dilengkapi dengan celana panjang.

Sebagai seorang pejuang yang sudah berkali-kali terjun langsung bertempur melawan penjajah Belanda dan Jepang, Abdul Wahab tetap konsisten menggunakan sarung sebagai simbol perlawanannya terhadap budaya Barat.

Halaman
1234
Sumber: TribunnewsWiki
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved