RAMADHAN 2021
Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia
Ramadhan 2021, Inilah Sejarah dan Asal-usul Sarung, Ternyata Bukan Asli Indonesia
Masing-masing jenis bahan sarung tersebut berasal dari daerah yang berbeda di Indonesia.
Bahan yang terbuat dari tenun, lebih dikenal berasal dari area Indonesia Timur seperti Nusa Tenggara Barat, Nusat Tenggara Timur, Sulawesi, dan Bali.

Sedangkan songket, sangat identik dengan ciri khas adat Minangkabau dan Palembang.
Sementara tapis, kita mengenal bahan ini berasal dari Lampung.
Sarung tradisional tidak bermotif kotak-kotak. Sarung yang terbuat dari tenun, diciptakan paling sederhana.
Cenderung lebih bermain warna, dibanding motif yang ‘ramai’.
Sedangkan tapis dan songket, sekilas akan terlihat sama.
Hanya, motif tapis memiliki unsur alam, seperti flora dan fauna.
Sedangkan motif songket, terlihat lebih meriah dengan motif yang mengisi seluruh isi bahan.
Ada kesamaan diantara tapis dan songket, yaitu keduanya terbuat dari benang emas dan perak.
Baca juga: Apa Boleh Mencicipi Masakan saat Puasa Ramadhan? Apakah Membatalkan Puasa? Begini Hukumnya
Baca juga: 4 Tips Aman Berpuasa bagi Ibu Hamil, Perhatikan Usia Kandungan hingga Asupan Makanan
Baca juga: 4 Negara dengan Waktu Puasa Terlama di Dunia, Finlandia Sampai 23 Jam
Motif
Mengapa motif sarung kotak-kotak?
Nilai filosofis motif sarung kotak-kotak mengartikan, setiap melangkah baik ke kanan, kiri, atas ataupun bawah, akan ada konsekuensinya.
Sarung hingga kini tak hanya dipakai untuk beribadah saja, sarung orang biasa digunakan sebagai selimut,untuk melindungi dari udara dingin, bahkan ayunan untuk bayi yang baru lahir.
Bahkan umat non Islam di Indonesia juga tak dapat lepas dari sarung, yang tentu penggunaannya bukan diperuntukan untuk peribadatan.
(*)
Sumber: TRIBUNNEWSWIKI
Berita lain tentang RAMADHAN 2021
Berita lain tentang TRIBUN WIKI
Baca berita terbaru lainnya di Google
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/kjdgfdgf.jpg)