Ingin Jadi Penulis Buku? Ini 4 Tips Jitu Menulis Dari Dosen Berprestasi se-Sumatera
Ada empat langkah jitu menulis buku dari Dosen Berprestasi se-Sumatera. Di antaranya menggali potensi diri, dan mengenali jenis buku
Terdapat dua jenis buku yang biasa ditulis oleh seorang dosen, yaitu buku ajar dan buku teks. Buku ajar disusun sebagai bahan ajar yang ditujukan kepada para mahasiswa.
Sementara buku teks digunakan sebagai salah sumber informasi dan referensi berdasarkan bidang ilmu tertentu.
“Jadi kalau dosen membutuhkan buku untuk pembelajaran di kelas, maka formatnya buku ajar dan buku teks. Sedangkan kalau ingin bukunya dibaca masyarakat luas, ya format buku populer seperti biasa kita temukan di novel-novel,” ungkap Suryo.
3. Mengerti Sistematika Penulisan
Menurut Suryo, seorang penulis juga diwajibkan untuk memahami sistematika penulisan buku. Ini sangatlah penting, agar materi di dalam buku tersebut tersampaikan dengan baik kepada para pembaca. Bila hal ini diterapkan dengan baik, maka akan mencapai capaian pembelajaran pada suatu mata kuliah.
Inilah yang dimaksud dengan tips ketiga, yaitu mengerti sistematika penulisan. Dengan menulis secara runtut, tak mustahil pembaca dapat memahami suatu topik yang mana pembaca tersebut tidak mengetahui topik tersebut sebelumnya.
“Ambil contoh topik tentang COVID-19. Kita semua bisa memahami pandemi ini, walaupun bukan orang kesehatan, bisa ikut membaca artikel tentang COVID-19, dan akhirnya ikut menjaga protokol kesehatan. Ini tidak lepas dari kemampuan para ahli kesehatan untuk menulis secara sistematis dan bisa dipahami audiens luas,” lanjut Suryo.
4. Menjaga Standar Kelayakan
Dalam proses pembuatan buku, seorang penulis juga harus memahami standar kelayakan buku. Standar kelayakan buku ini harus disesuaikan dengan kaidah-kaidah yang sudah ditentukan, mulai dari ketentuan daftar pustaka hingga hak cipta.
“Jadi jangan sampai plagiat, dan terus pertahankan pondasi diri dengan cara: menguatkan niat, tak takut untuk memulai menulis, tak takut salah, dan memilih penerbit yang kompeten dan kredibel. Jika seorang penulis memiliki empat pondasi ini, bisa dipastikan mereka akan sukses dalam menciptakan suatu karya dan standarnya tetap terjaga,” ujar Suryo.
Empat Tips yang Mudah Diaplikasikan
Kopi Darat Virtual ini merupakan ajang rutin berbagi ilmu dan wadah silaturahmi bagi para anggota komunitas. Untuk semua peserta komunitas yang mengikuti acara juga akan mendapatkan sertifikat serta merchandise dari SEVIMA. Tersedia pula doorprize berupa voucher belanja senilai jutaan rupiah bagi anggota komunitas yang aktif berdiskusi.
Wakil Ketua Sekolah Tinggi SPAI Assidiqiyah dan anggota komunitas, Naila Rohmaniyah memandang, tips menulis tersebut cukup mudah diaplikasikan. Terlebih dengan konsep diskusi yang cair dan sambil ngopi, diharapkan para dosen makin rajin dalam menulis.
“Dengan tips menulis buku ini, diharapkan para dosen agar lebih siap dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi, yaitu mengajar, melakukan penelitian, serta melakukan pengabdian kepada masyarakat. Kami sebagai Komunitas juga sangat berharap semoga pandemi ini segera berlalu. Sehingga komunitas SEVIMA bisa berkesempatan mengadakan kopi darat secara langsung seperti sedia kala,” jelas Naila.
(*/TRIBUNBATAM.id/Rebekha Ashari Diana Putri)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/0604kopi-darat-dosen-di-kepri.jpg)