Breaking News:

Taiwan Simulasi Perang dengan Bantuan Komputer, Persiapan Lawan China?

Simulasi perang ini juga akan melibatkan fasilitas kesehatan yang akan berlatih meningkatkan kesiapan menangani korban perang. 

Editor: Lia Sisvita Dinatri
KaninRoman/Getty Images/iStockphoto
Ilustrasi para tentara di medan perang 

TRIBUNBATAM.id, TAIPEI - Pada bulan ini, Taiwan berencana menggelar simulasi perang selama delapan hari ke depan dengan bantuan komputer. 

Kementerian Pertahanan (Kemhan) Taiwan mengatakan, latihan ini dilakukan antara 23-30 April 2021. 

Simulasi ini membuka fase pertama latihan militer terbesar Taiwan tahun ini yang disebut dengan Operasi Han Kuang.  

Kemhan Taiwan mengatakan, fase kedua Han Kuang akan berlangsung pada Juli mendatang. 

"Latihan ini dirancang berdasarkan ancaman musuh terberat dan mencakup simulasi semua kemungkinan skenario invasi musuh di Taiwan," kata Mayor Jenderal, Liu Yu-Ping.  

Liu menuturkan, latihan militer ini akan menggunakan sistem Simulasi Joint Theatre Level dan akan berlangsung selama 24 jam dalam sehari.  

Fase kedua dari latihan perang Taiwan akan melibatkan mobilisasi sekitar 8.000 pasukan dan mencakup latihan tembak-menembak, anti-pendaratan. 

Simulasi perang ini juga akan melibatkan fasilitas kesehatan yang akan berlatih meningkatkan kesiapan menangani korban perang. 

Liu mengatakan Amerika Serikat, sekutu Taiwan, juga tengah mempertimbangkan memantau latihan militer tersebut. 

Baca juga: CATAT! Arab Saudi Bakal Izinkan Jemaah yang Sudah Divaksinasi Covid-19 untuk Umrah

Simulasi perang ini digelar setelah China mengatakan sebuah kapal induknya sedang melakukan latihan di perairan dekat Taiwan. Beijing menegaskan latihan semacam itu akan menjadi rutinitasnya.

Media China Global Times melaporkan, bahwa kapal perusak Nanchang Type 055 ikut ambil bagian dalam grup kapal induk itu. 

Taiwan mengeluhkan peningkatan aktivitas militer China di dekat wilayah mereka dalam beberapa bulan terakhir. 

China meningkatkan upaya untuk menegaskan kedaulatannya atas pulau yang dikelola secara demokratis itu.

Pernyataan China muncul setelah Kementerian Pertahanan Taiwan melaporkan manuver baru Angkatan Udara Tiongkok di zona identifikasi pertahanan udara pulau itu pada Senin. (*) 

Simak berita terbaru lainnya di Google News

Baca juga: Kasus Kapal Tanker Raksasa Dilimpahkan ke Kejari Batam, Dua Nakhoda Jadi Tersangka

Baca juga: UPDATE: Increased by 4.860 People, Indonesian Covid-19 Cases are Now 1.547.376

Baca juga: Tjahjo Kumolo Larang ASN Cuti dan Mudik Lebaran, Tetap Nekat Terancam Dipecat

Baca juga: GeNose Test Will Coming Soon at Batam Hang Nadim Airport to Passengers Data in 4 Days

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved