Otak Kotor Oknum Dosen PTN Cabul, Gerayangi Ponakan Modus Terapi Kanker Payudara, Ngakunya Khilaf

Berdalih melakukan terapi kanker payudara seorang paman yang berprofesi sebagai dosen Perguruan Tinggi Negeri (PTN) menggerayangi keponakannya sendiri

Tribun Manado/Arthur Rompis
Otak Kotor Oknum Dosen PTN Cabul, Gerayangi Ponakan Modus Terapi Kanker Payudara, Ngakunya Khilaf. Foto hanya ilustrasi 

Tolong, Ma. Bawa aku keluar dari sini'.

Dari situlah, akhirnya mengalir cerita pelecehan seksual tersebut.

Nada mengaku jika sang om atau suami tantenya telah melecehkannya ketika rumah sedang sepi, Jumat (26/3/2021).

"Modus yang dipakai adalah melakukan terapi kanker payudara terhadap anak saya.

Dia menunjukkan jurnal terapi kanker payudara, yang dilanjutkan dengan tindakan pencabulan," ujar Ibu korban.

Baca juga: Dicopot Gara-gara Pelecehan, Mantan Wakapolres Geram & Membela Diri: Ini Saya Difitnah!

Padahal sang anak sebelumnya menolak ketika sang paman beralibi hendak melakukan terapi kanker payudara.

Pada bulan Februari lalu, tindakan pencabulan itu juga dilakukan sang paman kepada Bunga.

Tindakan di bulan Maret itu disebutnya lebih parah dibandingkan di bulan Februari.

Namun, ketika sang paman melakukan tindakan asusilanya, Bunga sempat merekam suara.

Ilustrasi pelecehan seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Surya.co.id)

Kini rekaman itu juga ditangan penyidik Polres Jember.

"Dari situ saya langsung ke Jember.

Hari Minggu, sempat laporan, namun baru membuat laporan resmi pada Senin, 29 Maret 2021," kata ibu pelapor.

Ibu korban menceritakan, terduga pelaku dan istrinya sempat meminta maaf pada anaknya dan dirinya, di hadapan keluarga besar.

Si paman alias terduga pelaku pelecehan seksual juga mengakui kalau dirinya khilaf.

"Kalau khilaf kenapa dilakukan lebih dari satu kali.

Sumber: Surya
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved