Breaking News:

RAMADHAN 2021

Pemko Batam Izinkan Masyarakat Jualan Makanan Berbuka saat Ramadhan 2021 Asal Patuh Prokes

Meski Pemko Batam mengizinkan masyarakat jualan makanan berbuka di tengah pandemi, protokol kesehatan harus tetap jalan

freepik.com
FOTO: ILUSTRASI BUKA PUASA. Pemko Batam Izinkan Masyarakat Jualan Makanan Berbuka saat Ramadhan 2021 asal patuh prokes 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Di tengah pandemi Covid-19, Pemerintah Kota (Pemko) Batam memberikan izin masyarakat untuk berjualan makanan berbuka maupun bazar selama Ramadhan. Namun harus disertai dengan protokol kesehatan yang ketat.

"Jualan takjil boleh, bazar juga boleh. Tapi ingat protokol kesehatan diperhatikan," ujar Wali Kota Batam Muhammad Rudi, Kamis (8/4/2021).

Dalam hal ini, ia mengimbau agar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Batam sidak ke lapangan untuk mengawasi prokes yang diterapkan pedagang yang berjualan. Tujuannya agar tidak menimbulkan kasus Covid-19.

Tak hanya itu, warga juga diminta menjaga ketertiban dan tidak menimbulkan kemacetan. Pasalnya, jika banyak yang berjualan makanan berbuka, baik itu makanan ringan, minuman atau lainnya, para kendaraan akan berhenti di sembarangan tempat.

"Nanti yang ngatur Disperindag terutama prokes ini yang penting. Jadi pedagang dan warga aman dan nyaman saat berjualan dan membeli," tuturnya.

Baca juga: Jadwal Imam dan Mubaligh di Masjid Agung Baitul Makmur Anambas saat Ramadhan 2021

Baca juga: Jadwal Sidang Isbat, Menentukan Masuknya Bulan Puasa, 1 Ramadhan 2021, Tinggal Hitungan Hari

Sepanjang Ramadan 1442 Hijriah, pelaksanaan salat tarawih juga boleh dilakukan secara berjemaah di masjid maupun musala. Izin salat tarawih berjemaah tidak menjadi masalah, karena sebelumnya pelaksanaan salat lima waktu dan salat Jumat sudah dilaksanakan.

"Pelaksanaan salat tarawih kami sepakat tarawih dijalankan tapi dengan protokol kesehatan menjadi prioritas," ujar Rudi saat keluar dari ruang rapat Hang Nadim, Kantor Pemko Batam, Batam Centre beberapa waktu lalu.

Selain itu, lanjut Rudi, rumah ibadah juga harus mematuhi protokol kesehatan (protkes). Seperti halnya pengecekan suhu tubuh, penggunaan masker, cuci tangan, penyediaan hand sanitizer dan pengaturan jarak.

"Salat tarawih sudah bisa, karena kita sebelumnya sudah buka salat berjamaah. Seperti, salat lima waktu jadi salat tarawih tidak masalah. Yang penting prokesnya," ujarnya.

Rudi melanjutkan dalam rapat tersebut juga membahas buka tutup tempat hiburan malam selama Ramadhaan. Kesepakatan diambil dengan formasi 3-1-3, tiga di awal, satu pertengahan, dan tiga di akhir bulan Ramadan.

"Tadi ada 3-2-3, ada juga 2-1-2. Tapi kesepakatan Pemko Batam dan Disbudpar Kota Batam buka tutupnya, 3-1-3. Tiga di awal, satu pertengahan, dan tiga di akhir," jelas Rudi.

Sementara itu, untuk salat Idulfitri 1442 H juga dapat dilaksanakan secara berjemaah di ruangan terbuka, seperti area lapangan atau alun-alun. Sedangkan, untuk malam takbiran pihaknya belum dapat memutuskan. Pihaknya masih melihat kondisi kasus Covid-19 di Kota Batam.

"Salat Id, kita sepakat salatnya di luar dari masjid. Jadi tidak bertumpuk satu tempat. Soal takbiran masih belum diputuskan karena kita masih melihat Covid-19," tuturnya.

(tribunbatam.id / Roma Uly Sianturi)

Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google

Berita tentang Batam

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Dewi Haryati
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved