HUMAN INTEREST
Suka Duka Rudi Sukarjo Bangun Kebun Wisata Jambu Madu Edu Farm di Batam: Risiko Pasti Ada
Rudi Sukarjo mulai mengeluti usaha Kebun Jambu Madu Edu Farm Marina sejak 2015. Jatuh bangun usaha sudah menjadi bagian dari usaha yang digelutinya
BATAM, TRIBUNBATAM.id - Membangun sebuah usaha itu tidak mudah, harus berani melangkah dan berani bertanggung jawab. Risiko pasti ada, namun semua kembali kepada kita.
Kalau kita tidak berani melangkah sampai kapan kita bisa memulai usaha. Inilah yang diungkapkan Rudi Sukarjo, pemilik sekaligus Pengelola Kebun wisata Jambu Madu Edu Farm, Sei Temiang Marina, Batam.
Sukarjo mulai mengeluti usaha Kebun Jambu Madu Edu Farm Marina sejak 2015 lalu. Jatuh bangun usaha sudah menjadi bagian dari usaha yang digelutinya.
Namun semuanya dijalani dengan penuh pengharapan.
"Usaha kebun jambu madu yang kita miliki sekarang sudah memiliki perjalanan panjang," kata Sukarjo, belum lama ini.
Baca juga: Kisah Kapten Maaruf Kejar-Kejaran dengan Kapal Asing hingga Alami Baku Hantam di Laut
Baca juga: Dulu Karyawan Perusahaan Besar, Yuyun Deliana Kini Sukses Jadi Seorang Entrepreneur
Ia bercerita, awal usahanya itu dimulai dari menjual bibit jambu.
"Jadi tidak pernah terpikirkan menjadikan lokasi kita ini menjadi tempat wisata dan edukasi," kata Sukarjo.
Di tengah jalan, sambil menjual bibit jambu madu, Sukarjo juga mencoba mengembangkan jambu madu di lahan yang dipinjampakaikan Badan Pengusahaan (BP) Batam.
Awalnya, jambu madu itu ditanamnya di polybag, tidak langsung ditanam ke tanah.
"Karena lahan ini sifatnya pinjam pakai, jadi kita juga memikirkan hal itu," kata Sukarjo.
Untuk memulai usahanya ini, tidak sedikit uang yang harus dikeluarkan. Namun ia menilai hal itu bagian dari risiko.
"Uang sudah banyak kita keluarkan, padahal lahan statusnya hanya pinjam pakai," ujarnya.
Lantas mengapa berani mengambil risiko itu?
Tak lain karena usaha yang dijalankannya ini sangat digemarinya.
"Jadi usaha ini bagian dari hobi saya. Ini yang membuat saya tidak takut rugi," terangnya.
Seiring berjalannya waktu, usaha yang dikembangkannya ini mendapat respons positif dan bisa memberikan manfaat bagi banyak orang.
"Kita sangat bersyukur usaha kita diridhoi Allah, sehingga BP Batam pun memberikan kepercayaan dan memberi dukungan kepada kita untuk mengembangkan usaha jambu madu.
Bukan hanya sekedar usaha tetapi membuka ruang untuk umum," kata Sukarjo.
Dukungan yang diberikan BP Batam ini membuat Sukarjo, berusaha agar usaha jambu madu bisa menjadi tempat belajar bagi pendatang atau wisatawan.
"Jadi kita berpikir, jika hanya jambu sulit untuk membuat lokasi jambu madu tersebut jadi tempat belajar bercocok tanam. Jadi kita coba dengan padi, kebetulan di dalam lokasi kita ada lahan yang tidak pernah kering airnya walaupun musim kemarau berkepanjangan," kata Sukarjo.
Karena bercocok tanam adalah hobinya, jadi ia mengolah lahan yang ada untuk menanam padi.
"Tanaman padi kita tumbuh subur, kebetulan lahannya terbatas. Jadi kalau untuk produksi hal itu sangat tidak mungkin," kata Sukarjo.
Dari lahan yang terbatas itu pula, dimanfaatkannya sebagai tempat belajar bercocok tanam untuk umum.
"Kita buat jadi tempat belajar yang kita sebut 'Dari sawah sampai ke meja makan'. Kita menawarkan program tersebut ke sekolah-sekolah sebagai pelajaran pariwisata," ujarnya.
Responsnya positif. Setidaknya hingga saat ini sudah ada ratusan sekolah yang belajar langsung ke lokasinya.
Pada siswa yang datang itu diberikan pelajaran cara menanam padi, sampai padi dihidangkan di meja makan.
"Kita ajari mereka, dari materinya sampai terjun ke lokasi. Anak-anak itu turun ke lumpur, menanam padi, bahkan kalau ada lokasi yang sedang panen, mereka juga ikut panen," kata Sukarjo.
Ia melanjutkan selama menjalankan usahanya ini, banyak hal yang sudah dilewati baik suka mau pun duka.
"Sekarang kita sangat bersyukur, usaha bisa berjalan dengan baik dan berterima kasih atas dukungan dari Pemerintah Kota Batam, dan BP Batam," ujarnya.
(Tribunbatam.id/Ian Sitanggang)
Baca juga Berita Tribun Batam lainnya di Google
Berita tentang Human Interest Story
Berita tentang Batam
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/1404pengelola-kebun-wisata-jambu-rudi-sukarjo.jpg)