Polemik Perbatasan Rusia dengan Ukraina Potensi Picu Perang Dunia ke-3, Amerika Siapkan Jet Tempur
Manuver Rusia di perbatasan dengan Ukraina telah terjadi beberapa pekan lalu. Atas manuver Rusia itu, North Atlantic Treaty Organization mulai cemas.
Selama bertahun-tahun, pilot Angkatan Udara NATO telah bertugas di bandara 57 Mihail Kogalniceanu Air Force Base di Constanta County, Romania.
Biasanya, empat pesawat dari salah satu negara Uni NATO akan berotasi secara permanen setiap empat bulan.
Namun, tidak jelas apakah Angkatan Udara Inggris yang beroperasi kali ini terkait dengan aksi tahunan di bandara ini atau tidak.
Dengan NATO mulai membuat gerakan militer, seperti apa jadinya jika ia berhadapan dengan Rusia?
Jika demikian, telah diprediksi sebelumnya bahwa peperangan besar akan terjadi.
• Rusia Bergejolak, Vladimir Putin Ogah Bebaskan Kremlin Alexei Navalny
Seperti yang dilaporkan militarytimes.com pada September 2017 silam, bahwa jika NATO ditarik ke dalam perang melawan Rusia, maka pasukan AS dan NATO pertama-tama akan mulai memerangi serangan dunia maya Rusia.
Hal itu mengutip pernyataan pensiunan Jenderal Herbert "Hawk" Carlisle, mantan kepala Komando Tempur Udara.
Carlisle saat itu mengatakan bahwa pertempuran kemungkinan akan mengikuti periode ketegangan dan peringatan yang terus-menerus meningkat.
Menurutnya, itu akan memberi AS cukup sinyal untuk mulai memindahkan lebih banyak pesawat, menyiapkan logistik, dan meningkatkan kemampuan tempur di Eropa, katanya.
Namun demikian, Rusia dapat mengambil inisiatif dan bergerak cepat, menempatkan AS pada posisi yang sangat tidak menguntungkan.
Menetralkan pertahanan udara Rusia akan menjadi salah satu misi paling penting dan berbahaya bagi Angkatan Udara.
Pada awal-awal pertempuran, ketika tank, pesawat tempur, dan pembom Rusia meluncur ke Baltik, saat itu jet Angkatan Udara dari Inggris, Italia, dan Jerman akan tiba untuk menyerang pertahanan permukaan-ke-udara Rusia yang canggih.
• Joe Biden Pilih William Burns Jadi Direktur CIA, Kuasai Bahasa Arab dan Rusia
Skuadron tempur Angkatan Udara di wilayah tersebut pun akan menyaksikan pertempuran udara-ke-udara paling ganas dalam beberapa dekade.
Secara bersamaan, Tim Tempur Brigade Lintas Udara ke-173 di Italia dan Resimen Kavaleri ke-2 di Jerman akan bergabung dengan pasukan NATO untuk bertempur.
Mereka, bersama pasukan NATO, akan menghadapi sebanyak 22 batalyon perang manuver yang dimiliki Rusia di Distrik Militer Barat di sepanjang perbatasan NATO.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/presiden-rusia-vladimir-putin-dan-presiden-ukraina-volodymyr-zelensky.jpg)