Kasus Corona Melesat di Batam, Prokes Makin Kendor, Wali Kota Kumpulkan Muspida dan Forkopimda
Sempat landai di angka 74 kasus dalam sepekan, penambahan kasus di Batam pada pekan kedua April mencapai 237 kasus dan pekan ketiga mencapai 94 kasus
TRIBUNBATAM.id - Grafik kasus Covid-19 Kota Batam meningkat pesat pekan kedua dan ketiga April 2021.
Sempat landai di angka 74 kasus dalam sepekan, penambahan kasus di pekan kedua April mencapai 237 kasus, dan pekan ketiga mencapai 94 kasus.
Melonjaknya kasus corona di Batam membuat sejumlah pihak didorong kembali menerapkan standar protokol kesehatan (prokes).
Wali Kota Batam Muhammad Rudi pun dijadwalkan menggelar rapat penanganan Covid-19 bersama Muspida dan Forkopimda pada Selasa (20/4/2021) atau hari ini.
Baca juga: Corona di Kepri Meningkat, Ansar Ahmad Minta Bantuan TNI-Polri Gencarkan Razia Prokes
Baca juga: Anak Usia 10 Tahun Terpapar Corona di Bintan, Bagian Dari Penambahan 8 Kasus Baru
Baca juga: Seorang Pegawai Bea Cukai Terpapar Corona di Karimun, Bagian dari 3 Pasien Baru Covid
Pakar Epidemiologi Asep Zaenal Mustofa menganalisis, rata-rata penambahan kasus per harinya di Batam mencapai 22,07 kasus pada periode 1 sampai 15 April 2021.
Jumlah ini terbilang lebih tinggi dibandingkan jumlah rata-rata di bulan Maret dan Februari yang hanya sekitar 9,14 - 9,58 tambahan kasus per hari.
Hingga kini, total kasus Covid-19 pun mencapai 6.599 dengan 398 kasus masih dirawat hingga Ahad (18/4/2021).
"Seperti yang bisa dilihat, pada bulan Oktober, November, dan Desember 2020, ini adalah puncaknya kasus Covid-19.
Di akhir Januari, kemudian Februari dan Maret, kita sudah bisa tenang karena penambahan kasus menurun per harinya.
Tapi memasuki April 2021, kembali terjadi kenaikan, dengan rata-rata 22,07 kasus per harinya," jelas Asep.
Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa.
Baca juga: Anak Usia 10 Tahun Terpapar Corona di Bintan, Bagian Dari Penambahan 8 Kasus Baru
Baca juga: Angka Covid-19 di Kepri Meningkat, Ada Kaitannya dengan Temuan Varian Baru Corona B1525?
Kenaikan kasus ini, salah satunya dikarenakan penerapan protokol kesehatan yang agak longgar oleh masyarakat.
Terlebih, jelang saat Ramadhan 1442 H/2021 M, segala kegiatan ibadah dan bazar telah diperbolehkan.
Pakar epidemiologi yang sekaligus juga Kepala Bapelkes Batam ini melihat penambahan kasus baru didominasi oleh karyawan swasta.
Asep menilai, kendati prosedur kerja di perusahaan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan ketat, namun aktivitas karyawan di luar lingkungan kerja juga harus turut diperhatikan.
Guna mengawasi aktivitas masyarakat di ruang publik, Asep mendorong Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk terus menjalankan razia protokol kesehatan secara rutin.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/update-rski-covid-19-galang-a.jpg)