Kasus Corona Melesat di Batam, Prokes Makin Kendor, Wali Kota Kumpulkan Muspida dan Forkopimda
Sempat landai di angka 74 kasus dalam sepekan, penambahan kasus di Batam pada pekan kedua April mencapai 237 kasus dan pekan ketiga mencapai 94 kasus
Ruang-ruang publik yang berpotensi terjadi kerumunan harus tetap diawasi dan dijaga secara ketat.
"Harus tetap waspada, apalagi sampai sekarang yang paling banyak terpapar karyawan swasta.
Meskipun mungkin protokol kesehatan di dormitori sudah ketat, tapi kan tetap dapat beraktivitas di luar dan berbaur dengan masyarakat, itu yang harus kita antisipasi," jelas Asep.
Baca juga: Corona di Karimun, Warga Tanjungbatu Kota Sembuh Covid dan Kecamatan Meral Zona Merah
Para pelaku usaha, tempat ibadah, serta industri harus turut terlibat dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan di lingkungannya, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382, dan Nomor 328.
Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam juga didorong untuk memperbanyak tracing, testing dan treatment (3T).
Menurut ahli epidemiologi, dari satu temuan kasus positif, harus dilakukan tracing minimal terhadap 20 kontak erat di sekitarnya.
Hal ini agar lebih banyak kasus positif Covid-19 yang terjaring, sehingga dapat penyebaran kasus dapat terkendali.
Pemeriksaan awal Covid-19 saat ini dilakukan melalui rapid test antigen, apabila positif, maka dilanjutkan dengan swab test PCR.
"Tracing, testing dan treatment harus diperkuat.
Bapelkes Batam dalam hal ini siap untuk melatih petugas kesehatan untuk proses tracing ini," tegas Asep.
Donni Monardo ddijadwalkan hadir
"Hari ini pengarahan pukul 3 sore di Bandara.
Nah besok kita kumpulkan semua membahas lanjutannya," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (19/4/2021).
Di sisi lain, lanjutnya, seluruh umat Muslim melaksanakan ibadah Ramadhan membuat penanganan Covid-19 berbeda.
"Ramadhan baru seminggu, tapi lonjakan kasus ini bukan karena Ramadhan.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/batam/foto/bank/originals/update-rski-covid-19-galang-a.jpg)