Minggu, 26 April 2026

Kasus Corona Melesat di Batam, Prokes Makin Kendor, Wali Kota Kumpulkan Muspida dan Forkopimda

Sempat landai di angka 74 kasus dalam sepekan, penambahan kasus di Batam pada pekan kedua April mencapai 237 kasus dan pekan ketiga mencapai 94 kasus

TribunBatam.id/Bereslumbantobing
Kasus Corona Melesat di Batam, Prokes Makin Kendor, Wali Kota Kumpulkan Muspida dan Forkopimda. Foto ilustrasi tenaga kesehatan di RSKI Covid-19 Galang 

TRIBUNBATAM.id - Grafik kasus Covid-19 Kota Batam meningkat pesat pekan kedua dan ketiga April 2021.

Sempat landai di angka 74 kasus dalam sepekan, penambahan kasus di pekan kedua April mencapai 237 kasus, dan pekan ketiga mencapai 94 kasus.

Melonjaknya kasus corona di Batam membuat sejumlah pihak didorong kembali menerapkan standar protokol kesehatan (prokes).

Wali Kota Batam Muhammad Rudi pun dijadwalkan menggelar rapat penanganan Covid-19 bersama Muspida dan Forkopimda pada Selasa (20/4/2021) atau hari ini.

Baca juga: Corona di Kepri Meningkat, Ansar Ahmad Minta Bantuan TNI-Polri Gencarkan Razia Prokes

Baca juga: Anak Usia 10 Tahun Terpapar Corona di Bintan, Bagian Dari Penambahan 8 Kasus Baru

Baca juga: Seorang Pegawai Bea Cukai Terpapar Corona di Karimun, Bagian dari 3 Pasien Baru Covid

Pakar Epidemiologi Asep Zaenal Mustofa menganalisis, rata-rata penambahan kasus per harinya di Batam mencapai 22,07 kasus pada periode 1 sampai 15 April 2021.

Ilustrasi virus corona
Ilustrasi virus corona (Freepik by pikisuperstar)

Jumlah ini terbilang lebih tinggi dibandingkan jumlah rata-rata di bulan Maret dan Februari yang hanya sekitar 9,14 - 9,58 tambahan kasus per hari.

Hingga kini, total kasus Covid-19 pun mencapai 6.599 dengan 398 kasus masih dirawat hingga Ahad (18/4/2021).

"Seperti yang bisa dilihat, pada bulan Oktober, November, dan Desember 2020, ini adalah puncaknya kasus Covid-19.

Di akhir Januari, kemudian Februari dan Maret, kita sudah bisa tenang karena penambahan kasus menurun per harinya.

Tapi memasuki April 2021, kembali terjadi kenaikan, dengan rata-rata 22,07 kasus per harinya," jelas Asep.
Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa.

Baca juga: Anak Usia 10 Tahun Terpapar Corona di Bintan, Bagian Dari Penambahan 8 Kasus Baru

Baca juga: Angka Covid-19 di Kepri Meningkat, Ada Kaitannya dengan Temuan Varian Baru Corona B1525?

Kenaikan kasus ini, salah satunya dikarenakan penerapan protokol kesehatan yang agak longgar oleh masyarakat.

Terlebih, jelang saat Ramadhan 1442 H/2021 M, segala kegiatan ibadah dan bazar telah diperbolehkan.

Pakar epidemiologi yang sekaligus juga Kepala Bapelkes Batam ini melihat penambahan kasus baru didominasi oleh karyawan swasta.

Peta sebaran kasus Corona di Batam, enam kecamatan zona merah
Peta sebaran kasus Corona di Batam, enam kecamatan zona merah (ist)

Asep menilai, kendati prosedur kerja di perusahaan telah sesuai dengan standar protokol kesehatan ketat, namun aktivitas karyawan di luar lingkungan kerja juga harus turut diperhatikan.

Guna mengawasi aktivitas masyarakat di ruang publik, Asep mendorong Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam untuk terus menjalankan razia protokol kesehatan secara rutin.

Ruang-ruang publik yang berpotensi terjadi kerumunan harus tetap diawasi dan dijaga secara ketat.

"Harus tetap waspada, apalagi sampai sekarang yang paling banyak terpapar karyawan swasta.

Meskipun mungkin protokol kesehatan di dormitori sudah ketat, tapi kan tetap dapat beraktivitas di luar dan berbaur dengan masyarakat, itu yang harus kita antisipasi," jelas Asep.

Baca juga: Corona di Karimun, Warga Tanjungbatu Kota Sembuh Covid dan Kecamatan Meral Zona Merah

Para pelaku usaha, tempat ibadah, serta industri harus turut terlibat dalam pengawasan penerapan protokol kesehatan di lingkungannya, sesuai dengan Keputusan Menteri Kesehatan Nomor 382, dan Nomor 328.

Selain itu, Satgas Penanganan Covid-19 Kota Batam juga didorong untuk memperbanyak tracing, testing dan treatment (3T).

Menurut ahli epidemiologi, dari satu temuan kasus positif, harus dilakukan tracing minimal terhadap 20 kontak erat di sekitarnya.

Hal ini agar lebih banyak kasus positif Covid-19 yang terjaring, sehingga dapat penyebaran kasus dapat terkendali.

Pemeriksaan awal Covid-19 saat ini dilakukan melalui rapid test antigen, apabila positif, maka dilanjutkan dengan swab test PCR.

"Tracing, testing dan treatment harus diperkuat.

Bapelkes Batam dalam hal ini siap untuk melatih petugas kesehatan untuk proses tracing ini," tegas Asep.

Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa
Pakar Epidemiologi, Asep Zaenal Mustofa (tribunbatam.id/Hening Sekar Utami)

Donni Monardo ddijadwalkan hadir

"Hari ini pengarahan pukul 3 sore di Bandara.

Nah besok kita kumpulkan semua membahas lanjutannya," ujar Wali Kota Batam, Muhammad Rudi, Senin (19/4/2021).

Di sisi lain, lanjutnya, seluruh umat Muslim melaksanakan ibadah Ramadhan membuat penanganan Covid-19  berbeda.

"Ramadhan baru seminggu, tapi lonjakan kasus ini bukan karena Ramadhan.

Tapi kegiatan lain.

Itu yang mau kita bahas nantinya di hari Selasa.

Supaya tak saling tersinggung, ulama kita undang, supaya sama-sama introspeksi diri di mana kesalahan ini," katanya.

Baca juga: Lima Anak di Natuna Positif Covid-19, Simak Juga Update Corona di Karimun

Terpenting, vaksinasi Covid-19 harus cepat diberlakukan.

Rudi berharap Pemerintah Provinsi Kepri bisa menyalurkan vaksin Covid-19 ke Batam secepatnya.

Apalagi di Batam, stok vaksin Covid-19 sempat kosong.

Wali Kota Batam HM Rudi
Wali Kota Batam HM Rudi (Ist)

"Berapa pun dikasih kita suntikkan.

Pekerja non formal sangat banyak dan sulit mengarahkan pakai masker.

Tapi penegakan kita jalan, vaksinasi juga terus digesa," katanya.

* Berita tentang Corona

* Berita tetang Covid-19

* Berita tentang Kota Batam

.

.

.

Baca berita menarik TRIBUNBATAM.id lainnya di Google

(TRIBUNBATAM.id/ Roma Uly Sianturi/ Hening Sekar Utami)

Sumber: Tribun Batam
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved