Breaking News:

BATAM TERKINI

DERETAN Masukan Ketua ALFI Agar Industri Kemaritiman di Batam Maju

Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Capt Daniel Burhanuddin menyampaikan sejumlah masukan demi kemajuan industri kemaritiman

Tribun Batam/Argianto
Suasana pelabuhan peti kemas di pelabuhan Batuampar Batam. Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Capt Daniel Burhanuddin menyampaikan sejumlah masukan demi kemajuan industri kemaritiman 

BATAM, TRIBUNBATAM.id - Investasi di bidang maritim bersifat stagnan. Hingga saat ini belum ada sama sekali langkah dari pemerintah pusat dan Badan Pengusahaan (BP) Batam, untuk mengembalikan kejayaan sektor ini.

"Belum ada langkah-langkah konkrit dari pimpinan BP Batam terkait memajukan dunia maritim di Batam. Selama ini, tindakan-tindakan yang dilakukan bertentangan dengan kebiasaan," ujar Ketua Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI) Batam, Capt Daniel Burhanuddin, Kamis (22/4/2022) di Batuampar. 

Pria yang merupakan tokoh senior di sektor ini menuturkan pergantian pimpinan BP Batam yang terus terjadi selama beberapa tahun terakhir, hal ini turut menyumbangkan kontribusi bagi stagnansi dunia maritim di Batam.

"Ibarat kapal, haluannya berubah terus, sehingga tidak pernah sampai ke tujuan. Mungkin perlu dipahami untuk apa Batam ini dibangun. Banyak yang sudah melupakan sejarah, bahwa Batam pada awalnya ditujukan untuk menjadi pelabuhan transhipment di Indonesia," katanya.

Menurut Direktur Escarada ini  lambat laun tujuan ini sama sekali jauh panggang dari api.

Tiap pergantian pejabat, selalu membawa perubahan dan kebijakan masing-masing. 

"Evaluasi harus segera dilaksanakan. Kebijakan yang berubah-ubah terus membuat Batam tidak maju-maju. Batam harus kembali ke tujuan semula," ungkapnya.

Ia juga berharap agar kelak ke depannya, orang-orang yang mengisi BP Batam, khususnya di bagian kemaritiman diisi oleh orang-orang profesional yang telah melewati uji fit dan proper test, sehingga paham mengenai dunia kemaritiman di Batam, dan bagaimana upaya memajukannya.

Salah satu kebijakan yang disorot Daniel, yakni kebijakan Host To Host, di mana pengguna jasa pelabuhan harus menaruh uangnya di akun virtual, sebelum menggunakan jasa pelabuhan.

Baca juga: Pemko Minta Pemerintah Pusat Bantu Dana Pemulangan TKI/PMI Lewat Batam

Bentuknya seperti semacam deposit.

Halaman
12
Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribun Batam
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved